Harga Minyak Bisa Anjlok Lagi, Buruh Kilang AS Ancam Mogok

Harga minyak jatuh setelah pekerja di kilang minyak Amerika Serikat berencana melakukan aksi mogok terbesar sejak 1980. Aksi mogok itu bisa berdampak aktivitas pengolahan minyak mentah melambat sehingga pasokan minyak Negeri Paman Sam semakin melimpah.
Surya Rianto | 02 Februari 2015 17:11 WIB
Ilustrasi - Jibi

Bisnis.com, MELBOURNE – Harga minyak jatuh setelah pekerja di kilang minyak Amerika Serikat berencana melakukan aksi mogok terbesar sejak 1980.

Aksi mogok itu bisa berdampak aktivitas pengolahan minyak mentah melambat sehingga pasokan minyak Negeri Paman Sam semakin melimpah.

David Lennox, analis Fat Prophets, mengatakan jika aksi mogok itu benar-benar terealisasi, harga minyak dunia akan tertekan karena fundamental yang semakin memburuk.

“Bila aksi itu terjadi, maka produksi minyak Amerika Serikat (AS) yang sedang tinggi-tingginya akan banjir di kilang karena aktivitas pengolahan terhenti,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Senin (2/2).

Aksi mogok para buruh itu akan membuat kilang pengolahan minyak menjadi bahan bakar dengan kapastias 1,82 juta barel per hari terhenti. Aksi itu dilakukan untuk menolak pembicaraan kontrak kerja yang ditawarkan Royal Dutch Shell Plc., Exxon Mobil Corp., dan Chevron Corp.

Pada perdagangan kemarin sampai pukul 16:43 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) 2,59% menjadi US$46,99 per barel, sedangkan minyak Brent turun 2,53% menjadi US$51,65 per barel.

Sumber : bloomberg

Tag : komoditas
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top