Bakal Menjadi Penyalur Tunggal KUR, Saham BBRI Layak Dikoleksi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bakal menjadi penyalur tunggal kredit usaha rakyat (KUR) sehingga saham BBRI layak untuk dikoleksi.
Sukirno | 10 Januari 2015 03:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bakal menjadi penyalur tunggal kredit usaha rakyat (KUR) sehingga saham BBRI layak untuk dikoleksi.

Riset Mandiri Sekuritas yang dipublikasikan Jumat (9/1/2015), menyebutkan pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengindikasikan bahwa BBRI akan menjadi penyedia tunggal KUR.

Puspayoga juga mengungkapkan bank dengan nilai kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KUR tinggi tidak akan mendistribusikan lagi KUR ke depan.

"Kami menetapkan rekomendasi neutral bagi sektor perbankan, dengan BBRI menjadi pilihan terbaik dengan target price Rp13.000," ujar Vannessa Ariati Tanuwijaya dalam riset Mandiri Sekuritas.

Total pertumbuhan KUR pada November sebesar 8,7% yoy, yang mana BBRI berkontribusi sebesar 62,8%. Pada saat yang sama, KUR NPL menurun sebanyak 21 bps sekitar 3,9% pada November 2014.

Menteri Koperasi dan UKM menunjukan proposal KUR baru dengan limit maksimal sebesar Rp25 juta. Sektor ini diprioritaskan untuk bank yang ditunjuk sendiri.

Sementara pembayaran KUR bulanan naik sebesar Rp773 miliar pada November 2014, dimana menunjukkan kenaikan dari pembayaran negatif sebanyak Rp418 miliar pada Oktober 2014. Hal tersebut mengakibatkan total KUR menanjak sangat baik dengan 8,7% yoy menjadi Rp50,7 triliun pada November 2014.

Secara spesifik, KUR dari BBRI yang beredar Rp31,9 triliun, tumbuh 21,5% yoy, setara dengan 62,8% dari total KUR industri. Pada November 2014, diikuti oleh BMRI dengan jumlah KUR yang beredar sebesar Rp7,8 triliun, tumbuh 2,4% yoy, 15,3% dari industri.

Di sisi lain, BBNI, BBTN, BJTM dan BJB melaporkan pertumbuhan negatif pada KUR. Kontribusi KUR pada total industri pinjaman perbankan masih rendah yaitu dengan rata-rata 21,2%.

Untuk sektor ekonomi, pembayaran pinjaman KUR 87,8% didominasi oleh permintaan dari perdagang, restoran dan hotel mencapai 65,6% dari total KUR dengan 8,1 juta debitur.

Hal yang sama terjadi di sektor pertanian yang mencapai 22,1% dari total KUR dengan 2 juta debitur pada November 2014. KUR dari pulai Jawa dan Bali berkontribusi sebesar 51% dari total KUR, sedangkan di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi berkontribusi sebesar 24%, 11% dan 9% pada November 2014.

Pada Oktober 2014, terjadi kenaikan permintaan KUR di Sumatra dan Kalimantan menjadi 12,1% dan 9,1%. Secara keseluruhan pertumbuhan KUR cenderung stabil dengan rata-rata pertumbuhan 8,7% yoy di Jawa dan Bali.

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program KUR, program yang baru ini mengajukan untuk limit maksimal yaitu Rp25 juta--limit maksimal yang lama Rp500 juta--dan di prioritaskan untuk perdagangan di sektor pertanian.

Tag : bri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top