JK: Depresiasi Rupiah Biasa Terjadi

Pemerintah bertekad memperbaiki fundamental perekonomian Indonesia sehingga tidak terganggu fluktuasi kurs akibat sentimen asing yang menekan rupiah ke level Rp12.700/US$.
Ana Noviani | 07 Januari 2015 21:05 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah bertekad memperbaiki fundamental perekonomian Indonesia sehingga tidak terganggu fluktuasi kurs akibat sentimen asing yang menekan rupiah ke level Rp12.700/US$.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan depresiasi rupiah terhadap mata uang asing merupakan hal yang biasa terjadi. Apalagi mayoritas disebabkan oleh faktor eksternal.

"Namanya kurs terpengaruh mata uang asing itu biasa saja terjadi. Kalau karena terjadi di Yunani kan berarti bukan karena kita kan," ujarnya di kantor Wapres, Rabu (7/1/2015).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan rupiah melemah karena terpengaruh faktor global ke luarnya Yunani dari Zona Eropa (Grexit). Keluarnya Yunani dari area Euro dapat menghambat restrukturisasi di Eropa dan memicu krisis global.

Fluktuasi rupiah yang berlangsung cukup panjang sejak akhir tahun lalu membuat pemerintah menempuh sejumlah upaya pengendalian dari sisi domestik, yakni memperbaiki fundamental ekonomi nasional.

"Kita kasih baik ekonomi kita, ekspor ditingkatkan, industri harus jalan, wisatawan harus naik, dalam negeri harus stabil, tidak bisa hanya berspekulasi dan harus kita bekerja keras," kata JK.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, jusuf kalla
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top