HARGA CPO: Masih Pantau Penurunan Minyak dan Indeks Manufaktur China

Kebijakan pajak ekspor minyak sawit nol persen yang masih dijalankan Indonesia & Malaysia dapat meredakan kekhawatiran atas melimpahnya produk itu di negara produsen sehingga dapat memberikan sentimen positif.
John Andhi Oktaveri | 02 Desember 2014 11:55 WIB
Sawit - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kebijakan pajak ekspor minyak sawit sebesar nol persen yang masih dijalankan Indonesia & Malaysia dapat meredakan kekhawatiran atas melimpahnya produk itu di negara produsen sehingga dapat memberikan sentimen positif.

Demikian dikemukakan Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir terkait dinamika harga komoditas global tersebut. Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dan ringgit Malaysia juga dapat memberi harapan akan membaiknya kinerja ekpor minyak sawit  dari kedua produsen.

“Ini mungkin dapat memberikan sentimen positif untuk minyak sawit," ujarnya, Selasa (2/12/2014).

Meski demikian, ujarnya, pasar masih cemas dengan efek penurunan harga minyak dunia belakangan ini karena akan mengurangi minat terhadap minyak sawit untuk kebutuhan bio-diesel. Investor juga khawatir dengan melimpahnya suplai kedelai dunia, produk substitusi terhadap palm oil untuk produk input makanan olahan.

Pada bagian lain, Zulfirman menilai turunnya aktivitas sektor manufaktur Cina dan melambatnya pertumbuhan ekonomi India juga membuat investor khawatir dengan outlook permintaan dari kedua konsumen minyak sawit terbesar di dunia tersebut.

Tag : komoditas, minyak sawit
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top