Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana Holding BUMN Farmasi Diyakini Beri Efek Positif

Rencana pembentukan holding BUMN farmasi yang terdiri dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. dan PT Indofarma (Persero) Tbk. diyakini akan memberikan efek positif kepada kedua emiten pelat merah tersebut.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 22 Oktober 2014  |  23:58 WIB
 Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana pembentukan holding BUMN farmasi yang terdiri dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk. dan PT Indofarma (Persero) Tbk. diyakini akan memberikan efek positif kepada kedua emiten pelat merah tersebut.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan kedua emiten tersebut akan saling menopang dari sisi operasional yang akhirnya mendorong kinerja keuangan.

"Kalau kedua emiten tersebut bersatu, maka akan saling mendukung satu sama lain," katanya kepada Bisnis, Rabu (22/10/2014).

 

Menurutnya, baik Kimia Farma maupun Indofarma memiliki keunggulan masing-masing. Dia menyebutkan Kimia Farma kini memiliki gerai yang sangat banyak dan tersebar. Selain itu, emiten tersebut juga kini memiliki tambang yodium.

"Yodium itu kan salah satu bahan dasar yang dipakai untuk obat generik. Nah, Indofarma sekarang ini banyak bermain di obat generik," ujarnya.

Dia menilai, Indofarma memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya secara lebih luas melalui gerai-gerai miliki Kimia Farma. Sebaliknya, Kimia Farma bisa mendapat suplai untuk gerai milik mereka dan memasok yodium untuk Indofarma.

Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan kajian mengenai pembentukan holding BUMN farmasi bersama PT Mandiri Sekuritas telah selesai awal Oktober lalu.

Nantinya opsi yang sudah ada akan diserahkan ke Kementerian BUMN. Menurutnya, eksekusi bisa cepat kalau kementerian yang baru sudah memberi restu.

"Yang penting oke dulu di kementerian. Nanti kami baru berjuang untuk izin dari DPR," katanya pekan lalu.

Rencana pembentkan holding BUMN farmasi ini sebenarnya telah dicanangkan sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jilid I. Namun, berbagai kendala membuat rencana tersebut terus molor hingga memasuki penghujung tahun ini.

Sebelumnya, BUMN telah merampungkan pembentukanholdingsektor semen, pupuk, reasuransi, perkebunan dan kehutanan. Pembentukan holding tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding bumn
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top