IHSG Jatuh: Menkeu Bantah Karena Sentimen Politik

Menteri Keuangan M. Chatib Basri meyakini penurunan tajam IHSG hingga 2,7% ke posisi 5.000 tidak berkaitan dengan eskalasi pertarungan politik di dalam negeri yang menempatkan oposisi 'menguasai' parlemen.
Sri Mas Sari | 02 Oktober 2014 20:38 WIB
Suasana sidang perdana DPR periode 2014-2019 yang berlangsung ricuh, Kamis (2/10/2014). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan M. Chatib Basri meyakini penurunan tajam IHSG hingga 2,7% ke posisi 5.000 tidak berkaitan dengan eskalasi pertarungan politik di dalam negeri yang menempatkan oposisi 'menguasai' parlemen.

Menurutnya, IHSG jatuh lebih karena fenomena global, mengacu pada bursa saham di Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa yang 'merah' pada saat yang sama.

"Logika kapitalisme itu adalah logika profit. Pasar itu bukan aktivis politik yang pro kepada salah satu kubu," ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/10).

Kalaupun koreksi Indonesia yang paling dalam se-Asia Pasifik, ujar Chatib, itu lebih karena arus masuk portofolio asing yang deras selama Januari-Agustus.

Dalam catatan Bank Indonesia, capital inflow dalam delapan bulan pertama mencapai US$14,4 miliar.

"Indonesia seringkali yang terdalam karena dominasi asing di pasar finansial kita relatif besar," ujarnya.

Di pasar saham, investor asing menguasai 43% dari total volume perdagangan saham senilai Rp6,3 triliun pada 2 Oktober.

Sementara itu, kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah per 30 September mencapai Rp447,4 triliun atau 37,3% dari total outstanding.

Adapun untuk mengantisipasi risiko pembalikan modal (capital reversal) tahun depan, salah satunya karena kenaikan Fed funds rate, pemerintah merencanakan defisit anggaran yang lebih sempit pada 2015.

Langkah itu akan diikuti dengan pengurangan ketergantungan pada dana asing untuk membiayai defisit fiskal.

Defisit ditetapkan Rp245,9 triliun atau 2,21% terhadap PDB. Defisit ini menciut dari usulan pemerintah senilai Rp257,6 triliun atau 2,32% terhadap PDB.

Meskipun demikian, angka itu lebih besar dari defisit APBN Perubahan 2014 senilai Rp241,5 triliun atau 2,4% terhadap PDB.

Tag : IHSG
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top