PREDIKSI SAHAM: IHSG Terancam Turun ke Bawah 4.900

AAA Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (2/10/2014) bergerak di support 5.100, dan resisten 5.1855.195.
Linda Teti Silitonga | 02 Oktober 2014 08:33 WIB
Ilustrasi -

Bisnis.com, JAKARTA— AAA Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (2/10/2014) bergerak di support 5.100, dan resisten 5.185—5.195.

Equity Technical Analyst AAA Securities Wijen Pontus mengatakan terlihat jelas IHSG sudah selesai membentuk wave [ii], ini akan menyeret IHSG jauh lebih dalam lagi untuk menyelesaikan wave [iii].

“Oktober ini kita akan melihat IHSG turun ke bawah 4.900, despite of berita inflasi yang kemarin membaik,” kata Wijen dalam risetnya yang diterima pagi ini, Kamis (2/10/2014).

AAA Securities mengemukakan ada 4 saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu:

Buy on Weakness

PTBA kemarin menguat diikuti volume yang membesar, kami melihat saham komoditasi dapat menjadi alternatif di tengah IHSG yang mungkin hari ini akan terkoreksi dalam. Manfaatkan koreksi pada PTBA untuk BoW, karena harusnya PTBA sudah di akhir wave [ii]

Buy area ideal: 12.750—12.900

Stop loss level: Di bawah 12.600

Target profit: 13.500—13.600

  • LSIP

Buy on Weakness

LSIP kemarin menguat diikuti volume besar, ini mengkonfirmasi LSIP masih ontrack berada di wave c. Manfaatkan koreksi untuk BoW LSIP

Buy area ideal: 1.900—1.920

Stop loss level: Di bawah 1.880

Target profit: 2.025

  • TBIG

SoS

TBIG kemarin terkoreksi dalam dengan volume besar, yang mengkonfirmasi bahwa wave c belum selesai. TBIG masih harus turun lagi ke level 7.000 untuk menyelesaikan wave c.

Range sell ideal: 7.700—7.750

Target turun terdekat: Di bawah 7.100

  • SMGR

SoS

SMGR kemarin terkoreksi kembali yang menunjukkan bahwa wave c masih jauh dari selesai. Idealnya, wave c baru berakhir di bawah 14.500. SOS SMGR dulu.

Range sell ideal: 15.100—15.200

Target turun terdekat: 14.200—14.500

 

Tag : Indeks BEI
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top