Aspegtindo Bersama BBJ Siapkan Pasar Fisik Teh Online

Asosiasi Pedagang Teh Indonesia (Aspegtindo) melakukan kerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk membuat pasar fisik online agar mendukung pertumbuhan perdagangan teh Indonesia.
Surya Rianto | 02 September 2014 03:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Pedagang Teh Indonesia (Aspegtindo) melakukan kerja sama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk membuat pasar fisik online agar mendukung pertumbuhan perdagangan teh Indonesia.

Johan Alexander Supit, ketua Aspegtindo, mengatakan permintaan untuk teh dari pasar domestik sampai luar negeri meningkat, tapi produksi teh di dalam negeri malah menurun. "Untuk itu kerja sama dengan BBJ ini untuk membentuk pasar fisik diharapkan mampu mendorong produksi teh dalam negeri," ujarnya dalam acara penandatangan MoU Aspegtindo dengan BBJ pada Senin (1/9).

Selain itu, sistem lelang di KPB dianggap one way atau hanya menjual satu produk saja yaitu dari PT Perkebunan Nusantara.Sehingga dampaknya para pedagang yang mengikuti lelang tidak bisa memilih produk yang diinginkan karena hanya ada pelelang di sana yaitu perusahaan pelat merah tersebut. Lalu, petani di luar PT Perkebunan Nusantara tidak dapat melelang produknya di pasar fisik pelelang tersebut.

Andrew Supit, direktur PT Sariwangi AEA yang juga tergabung dalam Aspegtindo, mengatakan akibat dari penjualan teh yang one way itu membuat perputaran transaksi teh di Indonesia hanya mencapai US$180 juta.Padahal ada indikasi perputaran transaksi teh itu bisa mencapai US$1 miliar atau Rp11,71 triliun, karena banyak petani teh yang menjual produknya secara mandiri, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BBJ Sherman Rana Krishna mengatakan pihaknya merasa senang karena bergabungnya komoditas teh di pasar fisik membuat bursa semakin variatif. Lalu, untuk proses hingga pasar fisik berjalan diperkirakan akan memakan waktu 6 bulan.Patokan 6 bulan kami ambil dari waktu proses pasar fisik karet dulu, karena setelah ini pihak Aspegtindo harus buat komite untuk memikirkan regulasi dan ketentuan yang ada nantinya di pasar fisik, kami kan cuman fasilitator, ujarnya.

 

Tag : komoditas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top