Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontrak Wijaya Karya (WIKA) Baru Terealisasi 25,94% Akibat Tunggu Presiden Baru

Ekonom PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan kinerja PT Wijaya Karya(Persero) Tbk. (WIKA) yang pencapaiannya baru 25,94% hingga pertengahan tahun akibat peralihan pemerintahan.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 15 Juli 2014  |  01:11 WIB
Kontrak Wijaya Karya (WIKA) Baru Terealisasi 25,94% Akibat Tunggu Presiden Baru
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan kinerja PT Wijaya Karya(Persero) Tbk. (WIKA) yang pencapaiannya baru 25,94% hingga pertengahan tahun akibat peralihan pemerintahan.

Proyek-proyek pemerintah sebagian besar tertunda karena menunggu terbentuknya pemerintahan baru. Namun, dia optimistis pada paruh kedua tahun ini realisasi kinerja akan tercapai.

"Kita tahu serapan pemerintah agak lambat, di semester kedua bisa dikejar meskipun tidak sesuai harapan," tuturnya, Senin (14/7/2014).

Pembeli saham konstruksi, sambungnya, telah menghitung kinerja tahun ini. Investor yang membeli saham konstruksi tentu melihat proyeksi kinerja perseroan yang bakal moncer dan akan dituai pada tahun depan.

Dia menegaskan saat ini saham-saham sektor konstruksi tengah menjadi bintang di pasar modal. Kenaikan saham konstruksi sejak awal tahun terus berlanjut.

Sektor ini, katanya, dinilai memberikan keuntungan paling besar dibandingkan dengan sektor lainnya di bursa saham. Selain ekspektasi ke depan akan ada pemerintahan baru yang berkonsentrasi pada sektor infrastruktur, juga karena Indonesia masih terbilang memiliki infrastruktur yang rendah.

Sentimen lain, ungkapnya, akibat terpilihnya Perdana Menteri baru di India yang memiliki program kerja pertamanya adalah pembangunan infrastruktur. "Jadi sentimennya cukup positif."

Dia memerkirakan saham-saham sektor ini yang akan diburu adalah saham emiten bervaluasi murah. Saham WIKA dinilai memiliki valuasi saham yang cukup tinggi, namun masih akan diburu oleh investor.

Hingga kuartal I/2014, Wijaya Karta mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 6,78% menjadi Rp167,51 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp156,87 miliar.

Pada perdagangan Senin (14/7/2014), WIKA ditutup menguat 45 poin atau 1,83% menjadi Rp2.510 per lembar saham dari pembukaan pagi Rp2.465 per lembar. Saham WIKA ditransaksikan rata-rata Rp2.420-Rp2.525 per lembar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp15,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top