Ekspor Karet Merosot, Pemerintah Diminta Inovasi Produk

Kinerja ekspor karet dan barang dari karet pada Mei 2014 terjun bebas 19.3% dibandingkan dengan Mei 2013 senilai US$4122,2 juta atau merosot US$64,1 juta daripada kinerja ekspor April tahun ini.
David Eka Issetiabudi | 02 Juli 2014 19:12 WIB
Karet olahan. Ekspor turun, butuh inovasi produk - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA— Kinerja ekspor karet dan barang dari karet pada Mei 2014 terjun bebas 19.3% dibandingkan dengan Mei 2013 senilai US$4122,2 juta atau merosot US$64,1 juta daripada kinerja ekspor April tahun ini. Melihat kondisi ini, pemerintah diminta untuk melakukan inovasi produk dari karet.

Dewan karet nasional menilai dengan kondisi negatif ini, Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua di dunia akan semakin tersisih dalam persaingan industri ini.

Aziz Pane, Ketua Dewan Karet Nasional, mengatakan sudah bukan waktunya lagi pemerintah mengandalkan industri ban dari komoditas ini, tetapi mulai mengembangkan industri campuran bahan karet yang mudah diolah (compound).

"Supaya industri ini kembali bergairah, diharapkan pemerintah melebarkan produksi berbahan karet. Seperti industri kreatif dengan penggunaan compound", tuturnya kepada Bisnis.com, Rabu (2/7/2014).

Dia mengatakan proses produksi lewat compound dapat menjadi berbagai produk kreatif, seperti mainan anak, alat rumah tangga dan produk lainnya yang bisa dikembangkan oleh industri kecil menengah. Produksi menggunakan compound tidak perlu menggunakan teknologi tinggi serta memakan proses yang rumit.

"Potensi dari produksi menggunakan compound sangat besar, bisa meningkatkan nilai ekspor karet kita. Tapi lagi-lagi jika inovasi produk lokal dapat terlihat," tambahnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karet, harga karet

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top