HARGA KOMODITAS: Panen AS Capai Puncak Produksi, Jagung Melemah

Harga jagung mendekati level terendah dalam kurun lebih dari lima bulan akibat perkiraan bahwa produksi di AS akan meningkat sehingga memperbanyak stok di negara pengekspor terbesar itu.
John Andhi Oktaveri | 02 Juli 2014 13:52 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Harga jagung mendekati level terendah dalam kurun lebih dari lima bulan akibat perkiraan bahwa produksi di AS akan meningkat sehingga memperbanyak stok di negara pengekspor terbesar itu.

Kontrak jagung untuk pengiriman Desember tercatat US$4,23 per bushel di bursa Chicago Board of Trade pada pukul 10:47 waktu Singapura atau pukul 09:47 WIB. Harga tersebut dilaporkan naik dari posisi $4,2275 sebelumnya.

Sementara itu, harga komoditas itu sempat menyentuh US$4,17 atau yang terendah untuk kontrak paling aktif sejak 10 Januari.

Pada 30 Juni lalu harga jagung dilaporkan turun 4,9% atau pelemahan terbesar sejak Juni 2013. Sedangkan produksi untuk 2014 hingga 2015 diperkirakan meningkat menjadi 13,935 miliar bushel atau yang terbesar selama ini, menurut Kementerian Pertanian AS pada 11 Juni lalu.

“Tren harga jagung melemah karena produksi AS tengah menuju puncaknya,” menurut Rabobank International dalam sebuah laporannya sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (2/7/2014).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, jagung

Sumber : Bloomberg
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top