Garuda Indonesia Raih Pinjaman US$200 Juta

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memperoleh dana pinjaman sebesar US$200 juta setara dengan Rp2,4 triliun dari sindikasi 6 bank untuk ekspansi.
Sukirno | 02 Juli 2014 21:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memperoleh dana pinjaman sebesar US$200 juta setara dengan Rp2,4 triliun dari sindikasi 6 bank untuk ekspansi.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengatakan dana pinjaman tersebut telah lama direncanakan oleh perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis.

"Sudah lama perjanjiannya, seluruhnya untuk investasi, untuk penambahan pesawat," ungkapnya, Rabu (2/7/2014).

Seperti dipublikasikan Bloomberg, 6 bank secara resmi mengucurkan dana pinjaman untuk Garuda Indonesia. Keenam bank tersebut a.l PT Bank Pan Indonesia Tbk., Dubai Islamic Bank, Emirates NBD, First Gulf Bank, Standard Chartered dan Warba Bank ditunjuk sebagai arranger.

Pencairan dilakukan pada 30 Juni 2014 dengan jangka waktu pinjaman selama 3 tahun. Pinjaman tersebut terbagi ke dalam dua tahap yakni US$110 juta dan US$90 juta.

Disebutkan bahwa selain untuk ekspansi bisnis, dana pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk melunasi utang jatuh tempo pada tahun ini sebesar US$120 juta.

Awalnya, maskapai penerbangan pelat merah itu membidik utang sebesar US$300 juta yang akan digunakan untuk mendorong ekspansi perseroan. Namun, emiten berkode saham GIAA tersebut tekah mendapatkan dana pinjaman dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank sebesar Rp500 miliar.

Kemudian, perseroan juga mendapatkan dana pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. sebesar US$100 juta pada 21 Maret 2014 dengan jangka waktu 36 bulan.

Dana pinjaman dari 6 bank ini merupakan bagian dari perjanjian ketentuan umum (common terms agreement) dan perjanjian fasilitas (facility agreement) dengan total komitmen US$200 juta pada 15 April 2014, yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan umum.

Tingkat suku bunga fasilitas tersebut sebesar LIBOR 3 bulan (USD) + 3,35%, yang jatuh tempo 36 bulan. Common terms dibuat antara Garuda sebagai debitur dengan Standard Chartered Bank Singapore Branch dan Emirates NBD Capital sebagai joint arranger dan bookrunner, Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited sebagai intercreditor dan facility agent, serta Standard Chartered Bank sebagai security agent.

Pada 22 April 2014, perseroan telah mencairkan fasilitas tersebut sebesar US$152,4 juta sehingga plafon pinjaman masih tersisa sebesar US$47,6 juta.

Pembatasan-pembatasan penting dalam fasilitas pinjaman ini adalah group debt ratio tidak lebih 6x, group cash percentage tidak boleh kurang dari 5%, dan group coverage ratio tidak boleh kurang 1,3x.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top