Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Ukraina Picu Nikel Menguat, Tembaga Segera Menyusul

Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan menguat 0,2% menjadi US$6.760 per ton di bursa London LME akibat kekhawatiran suplai global terganggu karena meningkatnya ketegangan antara negara Barat dan Rusia terkait kerusuhan di Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 April 2014  |  10:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan menguat 0,2% menjadi US$6.760 per ton di bursa London LME akibat kekhawatiran suplai global terganggu karena meningkatnya ketegangan antara negara Barat dan Rusia terkait kerusuhan di Ukraina.

Kontrak untuk pengiriman Juli sedikit berubah pada posisi US$3.091 per pound di bursa Comex New York. Dinamika yang sama juga terjadi di bursa Shanghai dan nilai kontrak sedikit berubah pada posisi 48.010 yuan (US$$7.678) per ton.

Sedangkan komoditas aluminium juga dilaporkan menguat, namun kontrak untuk logam jenis seng dilaporkan melemah.

Sebelumnya harga nikel dilaporkan menguat hingga mendekati posisi tertinggi dalam 14 bulan akibat kekhawatiran suplai global terganggu karena meningkatnya ketegangan di Ukraina, sementara larangan ekspor bijih mineral oleh Indonesia masih berlaku.

Kontrak untuk pengiriman tiga bulan di bursa London Metal Exchange menguat hingga 1% menjadi US$18.360 per metrik ton dan dip[erdagangkan pada US$18.275 pukul 10.09 waktu Shanghai atau pukul 09.09 WIB. Harga logam tersebut mencapai US$18.715 kemarin atau yang tertinggi sejak Februari 2013.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel komoditas tembaga
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top