Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ukraina Memanas, Nikel & Tembaga Menguat

Harga nikel naik hingga hari kedua ke level tertinggi dalam 14 bulan karena khawatir suplai dari Rusia akan terganggu akibat ketegangan yang masih terjadi di Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 April 2014  |  11:51 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Harga nikel naik hingga hari kedua ke level tertinggi dalam 14 bulan karena khawatir suplai dari Rusia akan terganggu akibat ketegangan yang masih terjadi di Ukraina.

Kontrak nikel untuk pengiriman tiga bulan di bursa London Metal Exchange menguat 1,4% menjadi US$18.700 per metrik ton.

Posisi itu merupakan level tertinggi sejak Februari 2013 dan tercatat pada posisi US$18.635 pada pukul 10.32 waktu Tokyo atau 08.32 WIB.

Harga komoditas itu tercatat menguat 18% bulan ini atau yang tertinggi sejak Maret 2010.

“Tampaknya wilayah timur Ukraina akan mengalami nasib yang sama dengan Crimea,” ujar David Lennox, analis dari Fat Prophets sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (28/4/2014).

Dia menambahkan bahwa sanksi yang lebih keras dari Barat terhadap Rusia akan membuat lajur perekonomian negara itu tertahan.  

Sedangkan harga tembaga di bursa London menguat 0,2% menjadi US$6.776 per ton dan kontrak untuk pengiriman Juli menguat 0,2% menjadi US$3,098 per pound di bursa New York.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel komoditas tembaga

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top