Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Sebut Pelemahan Rupiah Masih Wajar

Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah dalam sepekan terakhir masih dalam koridor wajar karena efek jangka pendek pembayaran dividen perusahaan penanaman modal asing ke prinsipalnya di luar negeri.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 April 2014  |  18:29 WIB
Mata uang dolar AS dan rupiah. Pelemahan kurs masih wajar - JIBI
Mata uang dolar AS dan rupiah. Pelemahan kurs masih wajar - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah dalam sepekan terakhir masih dalam koridor wajar karena efek jangka pendek pembayaran dividen perusahaan penanaman modal asing ke prinsipalnya di luar negeri.

Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara mengatakan depresiasi adalah sesuatu yang lumrah terjadi sepanjang April-Juni karena peningkatan kebutuhan dolar AS untuk repatriasi laba.

Apalagi, lanjutnya, rupiah sempat menguat tajam ke level Rp11.200 per dolar AS yang ditunjang capital inflow sepanjang Pemilu Legislatif beberapa waktu lalu sehingga depresiasi ini hanya pembalikan ke level sebelumnya.

"Menurut saya, itu hal yang normal meskipun kami harus tetap memantau," katanya, Kamis (24/4/2014).

Dia berharap rupiah kembali menguat saat Pilpres 2014, ditopang inflow yang kembali deras, dengan catatan kandidat yang muncul sesuai ekspektasi pasar. Saat ini, inflow di pasar saham dan obligas masih terjadi kendati tidak sebesar saat Pileg.

Sementara itu, setelah melemah 3 hari berturut-turut, rupiah menguat tipis 0,23% ke level Rp11.603 per dolar AS, Kamis (24/4/2014), menurut Bloomberg Dollar index.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top