Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Sepi, Harga Minyak Terdongkrak Sentimen Krisis Ukraina

Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi dalam perdagangan yang sepi pada Senin (Selasa pagi WIB), memperoleh dukungan dari krisis Ukraina setelah terjadi tembak-menembak mematikan selama akhir pekan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 April 2014  |  06:08 WIB
volume perdagangan tipis karena libur panjang akhir pekan Paskah. Namun, investor semakin khawatir tentang peristiwa di Ukraina.  - bisnis.com
volume perdagangan tipis karena libur panjang akhir pekan Paskah. Namun, investor semakin khawatir tentang peristiwa di Ukraina. - bisnis.com

Bisnis.com, NEW YORK - Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi dalam perdagangan yang sepi pada Senin (Selasa pagi WIB), memperoleh dukungan dari krisis Ukraina setelah terjadi tembak-menembak mematikan selama akhir pekan.

Kontrak utama minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, bertambah 7 sen menjadi ditutup pada US$104,37 per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP.

Di London, di mana perdagangan terbatas pada transaksi elektronik karena liburan Paskah, kontrak berjangka minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni naik 42 sen menjadi US$109,65 per barel.

Desmond Chua, analis pasar di CMC Markets di Singapura, mengatakan volume perdagangan tipis karena libur panjang akhir pekan Paskah. Namun, investor semakin khawatir tentang peristiwa di Ukraina, kata Chua.

Sebuah baku tembak mematikan di sebuah kota di timur negara itu pada Minggu (20/4) menewaskan setidaknya dua pemberontak pro-Kremlin, menghancurkan sebuah gencatan senjata Paskah dan menimbulkan kekhawatiran bahwa Rusia akan mengirim pasukan ke negara bekas Soviet itu.

Serangan tersebut merusak kesepakatan yang dibuat di Jenewa pekan lalu antara Rusia, Ukraina dan negara-negara Barat untuk kelompok pemberontak pro-Moskow menyerah senjata mereka.

Karena Ukraina merupakan saluran utama untuk gas Rusia ke Eropa Barat, ada kekhawatiran bahwa setiap konflik bersenjata skala penuh di wilayah ini akan mengganggu pasokan dan mengirim harga minyak dan gas meroket.

Tetapi Timothy Evans dari Citi Futures mengatakan, pasar bisa menjadi mendekati posisi teratas setelah Brent naik US$2,20 per barel pada pekan lalu.

"Sementara minyak mentah mungkin masih memiliki potensi untuk diperdagangkan lebih tinggi dalam waktu dekat dengan bantuan dari beberapa kekuatan musiman dalam bensin serta ketegangan antara Ukraina dan Rusia, pasar minyak tampak semakin overbought di pasar dengan pasokan/permintaan diproyeksikan surplus," katanya dalam sebuah catatan klien.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top