Penguatan IHSG Bergantung Rilis Data Ekonomi Awal Pekan Depan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami hambatan untuk meneruskan penguatan dalam pekan ini jika data ekonomi yang bakal dirilis pada awal pekan ini dinilai negatif.
Giras Pasopati | 02 Maret 2014 18:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami hambatan untuk meneruskan penguatan dalam pekan ini jika data ekonomi yang bakal dirilis pada awal pekan ini dinilai negatif.

Edwin Sebayang, Kepala Riset PT MNC Securities mengatakan, dirinya melihat kekuatan market untuk menguat sudah mulai berkurang. Hal itu karena rilis kinerja emiten sudah terus mengalir dan semakin berkurang dalam bulan ini.

“Market akan cenderung flat pada pekan depan. Setelah itu pada pekan kedua akan ada sedikit pelemahan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (2/3/2013).

Dirinya mengatakan, pada awal pekan depan sejumlah data ekonomi Indonesia bakal dirilis. Yang dinanti-nanti oleh para investor global adalah data neraca perdagangan Januari dan inflasi Februari.

“Proyeksi saya, surplus neraca perdagangan bakal tak sebesar sebelumnya, mungkin bakal di kisaran US$500 juta. Sementara inflasi Februari saya prediksi berkisar 0,75%-0,8%,” kata Edwin.

Menurutnya, jika hasilnya mengecewakan atau di bawah ekspektasi, maka kemungkinan investor asing bakal menyesuaikan posisi dagang. Edwin menilai, investor asing bisa mengurangi aksi beli dan membatasi aliran dana ke pasar saham.

IHSG tercatat melemah sepanjang pekan ini, sebanyak 25,95 poin atau 0,56% ke level 4.620,22. Pergerakan tersebut lebih buruk dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mengalami penaikan 41,38 poin atau 0,93%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top