Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga CPO Ditutup Rebound 3,05%

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada perdagangan Rabu (26/2/2014) ditutup rebound
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada perdagangan Rabu (26/2/2014) ditutup rebound.

Perdagangan CPO untuk kontrak April 2014 di Bursa Malaysia, seperti dikutip Bloomberg, pada penutupan hari ini melejit 3,05% ke angka 2.835 ringgit Malaysia per metric ton. Pada Selasa (25/2/2014) harga komoditas itu terkoreksi 0,43% ke level 2.748 ringgit Malaysia per metric ton.

Harga CPO dibuka pada level 2.746 ringgit Malaysia per metric ton, dan bergerak di kisaran 2.735 hingga 2.836  ringgit Malaysia per metric ton.

Pada Senin (24/2/2014), harga CPO juga melemah 0,61% ke level 2.760 ringgit Malaysia per metric ton. Pada perdagangan Jumat (21/2/2014) komoditas tersebut berakhir di harga 2.777 ringgit Malaysia per metric ton, atau menguat 0,25%.

Dalam 6 hari sebelumnya, harga komoditas ini hampir selalu menguat, kenaikan tertinggi terjadi Selasa (18/2/2014) yakni sebesar 1,23%. Pada Senin (17/2/2014), harga CPO di bursa itu juga naik 0,75% ke level 2.685 ringgit Malaysia per metric ton.

 

Pergerakan Harga CPO

Waktu

Ringgit Malaysia/Metric Ton

Persentase Perubahan

26/2

2.835

3,05%

25/2

2.748

-0,43%

24/2

2.762

-0,54%

21/2

2.779

0,32%

20/2

2.769

1,95%

19/2

2.716

-0,07%

18/2

2.718

1,23%

17/2

2.685

0,75%

Sumber: Bloomberg 2014


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top