Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh, Harga Emas Diprediksi Lesu Selama 2014

Dua analis emas terkemuka memprediksi pasar emas akan tetap lesu selama 2014 meski harga logam mulia itu telah menunjukkan awal yang baik sejak 1983.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  08:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Dua analis emas terkemuka memprediksi pasar emas akan tetap lesu selama 2014, kendati harga logam mulia itu telah menunjukkan awal yang baik sejak 1983.

Kontrak emas naik 9,7% sejak awal tahun hingga 14 Februari atau pulih dari penurunan per tahun paling tajam dalam tiga dekade meski dalam tiga bulan terakhir kembali membaik. Penguasaan atas komoditas yang diperkuat emas batangan itu naik 3,2 metrik ton pekan lalu setelah berkurang 869,1 ton tahun lalu ketika harga turun 28%.

“Saya melihat perubahan ini sebagai bentuk koreksi,”  ujar Robin Bhar, kepala riset logam pada Societe Generale SA di London yang merupakan analis paling akurat dalam dua tahun terakhir sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (18/2/2014).

Dia menambahkan bahwa pihaknya masih menginginkan emas melemah dan memperkirakan harga rata-rata selama triwulan keempat US$1.050.

Harga emas rata-rata mencapai US$1.165 per ounce pada triwulan keempat atau turun 12% dari US$1.318,60 pada 14 Februari, menurut perkiraan rata-rata para analis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini komoditas

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top