Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertemuan The Fed Jadi Sentimen Utama IHSG Pekan Depan

Keputusan The Fed atau Bank Sentral AS terkait pengurangan stimulus AS (tapering) dalam pertemuannya minggu depan dinilai bakal menjadi sentimen utama pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan depan.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 15 Desember 2013  |  22:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan The Fed atau Bank Sentral AS terkait pengurangan stimulus AS (tapering) dalam pertemuannya minggu depan dinilai bakal menjadi sentimen utama pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan depan.

Arus Dana Asing ke Pasar Modal Setelah Stimulus AS    

Tahun

Rp Triliun

2008

18,7

2009

13,3

2010

21,0

2011

24,3

2012

15,9

Total

93,2

Pertemuan para petinggi Federal Reserve (FOMC) sedianya bakal dihelat pada 17-18 Desember 2013. Para investor asing yang menanamkan uangnya di pasar saham Indonesia dinilai bakal memperhitungkan hasil pertemuan tersebut dalam melakukan perdagangan saham.

Ketergantungan pasar modal Indonesia terkait aliran dana asing melalui stimulus AS (quantitative easing) dinilai membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) mudah berfluktuasi terhadap isu pengurangan stimulus tersebut.

Arus Dana Asing ke Pasar Modal Sebelum Stimulus AS

Tahun

Rp Triliun

2003

9,9

2004

18,8

2005

-15,4

2006

17,3

2007

32,6

Total

63,2

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, setelah AS memulai program stimulusnya pada 2008, arus dana yang masuk ke pasar modal Indonesia memang meningkat.

Sejak 2008 hingga 2012, tercatat Rp93,2 triliun dana asing masuk ke pasar modal Indonesia. Hal itu lebih besar dibandingkan dengan 5 tahun sebelumya yang tercatat sebanyak Rp63,2 triliun.

Nilai tersebut adalah hasil bersih yang didapat setelah asing melakukan jual beli saham. Adapun dalam melakukan pembelian, sepanjang 5 tahun terakhir tersebut investor asing menggelontorkan Rp1.855,24 triliun.

Di sisi lain, semenjak gonjang-ganjing isu tapering, sepanjang tahun ini investor asing telah mencetak aksi jual bersih (nett sell) mencapai Rp16,94 triliun.

Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia menyatakan FOMC tersebut bakal menjadi sentimen utama pergerakan IHSG pada pekan ini. Menurutnya, para pelaku pasar masih menunggu kepastian dan skema tapering.   

“Pasar masih menebak-nebak kapan dan bagaimana tapering akan diterapkan,” ujarnya kepada Bisnis hari ini, Minggu (15/12/2013).

Dirinya berpendapat tapering memang bakal terjadi, tetapi tidak pada tahun ini. Menurutnya tapering baru akan dimulai pada tahun depan. Hal itu karena pemerintah AS bakal melakukan review tahunan terlebih dahulu.

“Saya memperkirakan tapering tidak akan dimulai tahun ini, tetapi pada 2014. Kemungkinan pada Februari atau Maret,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya tapering bakal dilakukan secara bertahap dan dengan nilai yang tidak terlampau besar. Hal itu karena apabila pengurangan dilakukan secara signifikan, ekonomi global bisa goyah.

“Sementara untuk sentimen dalam negeri saya kira masih positif. BI rate tetap, inflasi bagus, neraca perdagangan surplus,” tutur Satrio.

Reza Priyambada, Kepala Riset PT Trust Securities memperkirakan pada pekan depan IHSG akan berada pada rentang support 4.144-4.169 dan resisten 4.265-4.335.

Menurutnya, IHSG gagal bertahan di kisaran target support (4.195-4.238) meskipun sempat juga masuk dalam kisaran resisten (4.289-4.367) sehingga masih memberikan gambaran aksi jual masih terjadi seiring belum kondusifnya konsisi pasar.

“Peluang pelemahan masih dimungkinkan meskipun juga menawarkan entry level yang cukup menarik,” ujarnya dalam riset, Minggu (15/12).

Reza mengharapkan rilis data-data ekonomi di awal pekan depan dapat lebih baik untuk mengurangi tekanan jual. Namun dia mengatakan para investor sebaiknya tetap mewaspadai potensi pembalikan arah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top