Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volatilitas Rupiah Berkurang, Optimisme Investor Meningkat

Meski melemah, volatilitas rupiah yang mulai menyempit membuka optimisme pasar untuk masuk ke pasar Indonesia.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 10 November 2013  |  23:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Meski melemah, volatilitas rupiah yang mulai menyempit justru membuka optimisme investor untuk masuk ke pasar Indonesia.

Analis dari PT Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menilai perkembangan investasi pada kanal obligasi sepanjang Oktober justru mulai berakselerasi. Dalam catatannya, jumlah kepemilikan asing atas obligasi melonjak US$2,2 milar.

Dia menilai, pelemahan atau penguatan rupiah saat ini tak lagi menjadi fokus pelaku pasar, terutama mereka yang berasal dari luar negeri.

“Kalau kita lihat sebenarnya yang mereka [investor] lihat adalah volatilitasnya. Selama bulan Oktober, rupiah relatif stabil. Itu yang membantu memberikan optimisme,” ungkap Lana.

Saat volatilitas turun, dia menambahkan, hal itu juga berarti persepsi resiko terhadap rupiah turut menurun sehingga pelaku pasar berani masuk kembali.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra. Menurutnya, volatilitas rupiah yang terlalu tinggi sempat membuat para pelaku di bursa berjangka cemas secara psikologis.

Kayak kemarin volatilitas tinggi di rupiah itu menyebabkan orang panik terus menarik diri dari investasi bursa dan lebih memilih dana cash,” katanya.

Sejak awal Agustus hinga akhir September 2013, rupiah tercatat bergerak dengan volatilitas cukup tinggi, yaitu Rp10.200—Rp11.700 per dolar AS. Pada awal Oktober hingga pekan lalu, volatilitas tersebut berkurang dengan kisaran Rp10.800—Rp11.500.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top