Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMODITAS JAGUNG: Persediaan AS Diperkirakan Naik 45%

CHICAGO: Laporan perusahaan Allendale Inc menyebut persediaan jagung sebelum panen raya di Amerika Serikat  tahun ini akan lebih besar 45% dari perkiraan pemerintah, karena kenaikan harga untuk menekan pembelian produsen ternak dan pembuat etanol.Pada
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  13:13 WIB

CHICAGO: Laporan perusahaan Allendale Inc menyebut persediaan jagung sebelum panen raya di Amerika Serikat  tahun ini akan lebih besar 45% dari perkiraan pemerintah, karena kenaikan harga untuk menekan pembelian produsen ternak dan pembuat etanol.

Pada konferensi tahunan Crystal Lake, Illinois laporan Allendale menyebut Departemen Pertanian AS (USDA) 11 Januari melaporkan inventori  jagung 31 Agustus diperkirakan mencapai total 873 juta bushel, melebihi 602 juta bushel perkiraan sebelumnya.

Penggunaan jagung untuk pakan akan turun ke 4,3 miliar bushel, kurang dari 4,45 miliar yang diperkirakan USDA.Permintaan pabrik ethanol, pengguna terbesar jagung, diperkirakan 4,45 miliar bushel, dengan perkiraan 4,5 miliar bushel oleh USDA.

“Tidak ada permintaan, setelah kekeringan tahun lalu telah mengantar lonjakan harga jagung ke rekor tertinggi, harga tinggi mengarah ke likuidasi, kata broker Allendale McHenry, Steve Georgy, dikutip Bloomberg pada Minggu (27/1).

Sementara jagung berjangka Chicago Board of Trade turun sejak mencapai posisi tinggi dari US$8,49 per bushel pada 10 Agustus, ditutup pada level US$7,2075, harga masih lebih tinggi dari rata-rata rekor tahun lalu US$6,89 dan lebih dari dua kali rata-rata pada 2009.

Di sisi lain, kekeringan yang terjadi merupakan yang terburuk sejak 1930-an dan memangkas produksi jagung di AS, penumbuh dan eksportir terbesar jagung dunia. Produksi anjlok 13% tahun lalu ke level terendah sejak 2006. (Bloomberg/bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Pamuji Tri Nastiti

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top