Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR MODAL: Tak Ada BUMN go public, market bergeming

- Bisnis.com 24 Januari 2013  |  21:51 WIB
JAKARTA: Sentimen pasar modal diprediksi tidak akan terpengaruh secara signifikan, meski pemerintah tidak menyetujui BUMN go public tahun ini.
 
Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, menuturkan pihak yang akan terpengaruh hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penjamin emisi milik pemerintah karena targetnya tidak akan tercapai tahun ini.
 
Meskipun demikian, peluang tetap akan terbuka bagi BEI karena pasar dinilai telah pulih. 
 
BEI perlu gencar melakukan upaya-upaya khusus agar perusahaan besar tertarik untuk melepaskan sahamnya ke publik.
 
“Saya pikir tidak terlalu susah untuk menggandeng perusahaan. Pemerintah juga perlu membantu BEI agar perusahaan-perusahaan mau go public,” katanya.
 
Dia menuturkan sejumlah peluang perusahaan yang bisa digaet untuk IPO, antara lain perusahaan barang-barang konsumsi dan badan usaha milik daerah (BUMD).
 
Adapun industri pertambangan dan perkebunan dinilai masih tertekan karena harga komoditas yang tidak menentu sehingga menyebabkan perusahaan masih berpikir panjang untuk masuk bursa.
 
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan pihaknya masih tetap menargetkan perusahaan yang melakukan pelepasan saham perdana mencapai 30 emiten pada tahun ini.
 
Pihaknya merasa tidak terbebani, meski pemerintah tidak mengizinkan perusahaan pelat merah untuk melakukan listing.
 
“Jika memang tidak ada perusahaan BUMN yang listing, maka artinya pemerintah memang tidak memiliki komitmen untuk mengembangkan pasar modal di Indonesia,” tuturnya.  (ra)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top