Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA ASIA: Jepang tunda stimulus, MSCI Asia Pacific turun 0,2% ke 132,70

HONG KONG--Indeks acuan saham Asia turun pada awal perdagangan didorong oleh rendahnya kinerja saham-saham Jepang seiring penguatan Yen setelah Bank of Japan memilih untuk menunda stimulus moneter baru sampai tahun depan.Saham Nissan Motor Co, produsen
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  08:29 WIB

HONG KONG--Indeks acuan saham Asia turun pada awal perdagangan didorong oleh rendahnya kinerja saham-saham Jepang seiring penguatan Yen setelah Bank of Japan memilih untuk menunda stimulus moneter baru sampai tahun depan.

Saham Nissan Motor Co, produsen mobil yang sepertiga pendapatannya berasal dari Amerika Utara, turun 1,9% di Tokyo.

Saham Nufarm Ltd, pemasok bahan kimia pertanian, anjlok 8,5% di Sydney setelah BASF SE menyarankan kepada perusahaan untuk menghentikan pengaturan distribusi di Australia.

Saham Asian Citrus Holdings Ltd, operator perkebunan jeruk asal China, kemungkinan akan aktif ditransaksikan hari ini di Hong Kong setelah pengumuman angka keuntungan pada semester pertama tidak mungkin lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Indeks MSCI Asia Pasifik ditransaksikan turun 0,2% ke level 132,70 sampai dengan pukul 9.30 waktu Tokyo dengan sekitar 3 saham yang turun untuk setiap 2 saham yang naik.

Indeks tersebut telah reli 11% hingga kemarin sejak 14 November 2012, ketika pemilu Jepang diumumkan, yang dipimpin oleh saham lokal di tengah optimisme pemimpin baru akan mengambil langkah-langkah untuk memacu ekonomi Negeri Sakura itu.

Indeks Jepang Nikkei 225 dibuka merosot 0,9% sedangkan indeks Australia S&P/ASX 200 dan indeks Korea Selatan Kospi naik 0,3%. Penurunan indeks acuan Asia itu terjadi sebelum bursa Hong Kong dan China dibuka. (Bloomberg/Aca/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top