Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMODITAS CPO: Harga Naik ke Level Tertinggi

KUALA LUMPUR—Minyak sawit melaju ke level tertinggi dalam dua minggu di tengah spekulasi penurunan pajak ekspor akan mengurangi stok rekor di Malaysia, produsen kedua terbesar setelah Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  16:44 WIB

KUALA LUMPUR—Minyak sawit melaju ke level tertinggi dalam dua minggu di tengah spekulasi penurunan pajak ekspor akan mengurangi stok rekor di Malaysia, produsen kedua terbesar setelah Indonesia.

"Karena pajak ekspor Februari masih nol, kemungkinan menarik perdagangan CPO (crude palm oil) lebih banyak, mengurangi persediaan," kata Donny Khor, associate director OSK Investment Bank Bhd di Kuala Lumpur, dikutip Bloomberg hari ini, Selasa (22/1).

Data Malaysia Derivatives Exchange menyebut kontrak minyk kelapa sawit mentah pengiriman April naik 1,7% menjadi 2.461 ringgit (US$810) per ton, level tertinggi kontrak aktif sejak 7 Januari dan diperdagangkan pada posisi 2.448 di Kuala Lumpur.

Survei Bloomberg pada enam analis dan trader memperkirakan inventori akan turun 16% menjadi 2,2 juta ton pada Maret, terbesar sejak 2010, setelah tarif dikurangi menjadi nol bulan ini,. Perkiraanya, CPO berjangka akan reli ke 2.800 ringgit di kuartal akhir.

Dengan demikian Malaysia akan mempertahankan tarif nol pada pengiriman minyak sawit mentah sampai Februari untuk menyusut stok, yang berada pada titik tertinggi sepanjang dari 2,63 juta ton pada Desember lalu.

Menurut Donny Khor produksi Januari sekitar 16% menjadi 17% dan lebih rendah dari 1,78 juta ton dari bulan sebelumnya. Output Februari diharapkan lebih dalam karena diketahi terendah dalam dua bulan pertama tahun ini. (Pamuji Tri Nastiti/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top