Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKUISISI F & N: Charoen masuk, peluang Ryadi kian tipis

JAKARTA--Peluang taipan Indonesia, Stephen Riady untuk menguasai perusahaan minuman dan properti raksasa di Singapura, Fraser and Neave, diperkirakan kian tipis setelah orang terkaya ketiga di Thailand menaikan tawarannya untuk mengambil alih perusahaan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Januari 2013  |  21:29 WIB

JAKARTA--Peluang taipan Indonesia, Stephen Riady untuk menguasai perusahaan minuman dan properti raksasa di Singapura, Fraser and Neave, diperkirakan kian tipis setelah orang terkaya ketiga di Thailand menaikan tawarannya untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

Charoen Sirivadhanabhakdi, pengusaha Thailand yang memimpin TCC Assets LTD menaikan penawaran menjadi hampir US$11,3 miliar atau US$9,55 per saham. Tawaran tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tawaran yang dilakukan Ryadi melalui perusahaan propertinya yang terdaftar di Singapura Overseas Union Enterprise Ltd sebesar US$9,08 per saham.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/1), lelang secara resmi akan dilakukan pada Senin jika dua pihak penawar belum juga menyatakan nilai tawaran akhir. Aturan tersebut ditetapkan oleh badan regulator Securities Industry Council (SIC) yang mencoba untuk mengakhiri pertempuran antara dua pihak tersebut.

Seperti diketahui, perebutan untuk mengambil alih F&N dimulai pada Juli lalu ketika Charoen membeli saham 22% F&N dari OCBC Singapura.

Pada Jumat (18/1), Charoen tercatat telah mengakuisisi 90,8 juta saham tambahan atau 6,3% dari total saham yang beredar dengan nilai US$9,55 per saham. Pembelian tersebut lantas membuat kepemilikan Charoen atas F&N meningkat. Melalui TCC Assets Ltd dan Thai Beverage Plc, Charoen kini memiliki 40,45%.

Langkah tersebut memberikan tekanan pada konsorsium yang dipimpin oleh Overseas Union Enterprise Ltd untuk mendeklarasi tawaran final atau mundur dari proses akuisisi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Jika lelang diadakan, kedua belah pihak harus merevisi penawaran mereka dalam bentuk tunai dan tanpa syarat, sampai tawaran pemenang akhir diterima.

F&N perusahaan yang berdiri 130 tahun lalu disinyalir memiliki aset properti senilai US$8 miliar dengan bisnis minuman ringan, susu, dan penerbitan.

Menurut sumber Reuters, anggota konsorsium yang dipimpin oleh Overseas Union, termasuk hedge fund asal Farallon Capital Management LLC, menghabiskan Jumat malam umtuk membahas langkah berikutnya.

Struktur lelang mirip dengan yang diusulkan untuk menyelesaikan kebuntuan antara Royal Dutch Shell Plc (RDSa.L) dan Thailand PTT Exploration dan Production PLC PTTE.BK saat mereka berjuang untuk mengontril Cove Energy PLC COVE.L. Perusahaan energi Thailand pada akhirnya menang.

Charoen, dengan total aset senilai senilai US$6,2 miliar kini akan berduel dengan pimpinan Union Overseas, Riady, yang juga menjabat sebagai Presiden dari kelompok Lippo, perusahaan yang didirikan oleh ayahnya Mochtar Riady.(10/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top