Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HEADLINE HARI INI: Nilai Aktiva Reksa Dana Melesat 522%

JAKARTA—Informasi yang beragam menjadi pilihan sejumlah media cetak untuk fokus pemberitaan mereka pada hari ini, Kamis (17/1/2013), seperti nilai aktiva reksa dana yang melesat hingga 522% dan investasi emas yang semakin tinggi.Permintaan KTAPermintaan
- Bisnis.com 17 Januari 2013  |  09:50 WIB

JAKARTA—Informasi yang beragam menjadi pilihan sejumlah media cetak untuk fokus pemberitaan mereka pada hari ini, Kamis (17/1/2013), seperti nilai aktiva reksa dana yang melesat hingga 522% dan investasi emas yang semakin tinggi.

Permintaan KTA
Permintaan kredit tanpa agunan (KTA) pada kuartal IV/2012 menunjukkan kenaikan signifikan jadi 32,6% dibandingkan kuartal III/2012 yang minus 4,3%. Menurut survei perbankan Bank Indonesiamenyebutkan ada indikasi masyarakat menggunakan KTA dan kredit multi guna sebagai alternatif pembelian sepeda motor. (Indonesia Finance Today).


Reksa dana melesat
Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana di Indonesia melesat 522% dalam tujuh tahun terakhir (2006/2012) atau rata-rata sebesar 74% per tahun. Kondisi ini menunjukkan kematangan pemodal lokal dalam berinvestasi di pasar modal. (Investor Daily).

Investasi emas
Investasi emas makin mengilaukan apalagi sejak kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), emas batangan semakin diburu untuk menjadi alternatif investasi pilihan.
Tak heran, sejak awal tahun ini permintaan emas di logam mulia meningkat, Alwinsyah Lubis, Direktur Utama PT Aneka Tamabang Tbk (ANTM) mengakui sejak awal Januari 2013, antrian calon pembeli emas di logam mulia memang padat dan selalu terjadi sejak pukul 06.30 WIB.(Kontan).

Jaringan infrastruktur
Keputusan pemerintah Indonesia untuk memperkuat jaringan infrastruktur di seluruh Nusantara, melalui rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011-2025, telah membuat Indonesia berada dalam radar para investor global.
Banyak investor yang langsung menyatakan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. (Kompas). (spr)
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sylviana Pravita RKN

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top