Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA ASIA: Yen menguat, indeks regional berguguran

SINGAPURA--Saham-saham Asia jatuh yang menghantarkan penurunan indeks acuan regional untuk pertama kalinya dalam 3 hari setelah Yen menguat terhadap dollar AS yang meredupkan prospek pendapatan ekspor.Saham Honda Motor Co, perusahaan yang 81% penjualan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  08:52 WIB

SINGAPURA--Saham-saham Asia jatuh yang menghantarkan penurunan indeks acuan regional untuk pertama kalinya dalam 3 hari setelah Yen menguat terhadap dollar AS yang meredupkan prospek pendapatan ekspor.

Saham Honda Motor Co, perusahaan yang 81% penjualan mobilnya berasal dari luar negeri, turun 1,3% di Tokyo. Saham Brother Industries Ltd turun 1% setelah Credit Suisse Group AG merekomendasikan jual untuk saham pembuat peralatan asal Jepang itu.

Sementara itu, saham Leighton Holdings Ltd naik 1,1% setelah Australian Financial Review melaporkan Hong Kong PCCW Ltd mungkin mengajukan penawaran infrastruktur telekomunikasi kepada perusahaan konstruksi terbesar di Australia itu.

Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,1% ke level 132,51 sampai dengan pukul 9.34 pagi waktu Tokyo, sebelum bursa China dan Hong Kong dibuka.

Indeks telah reli sejak November 2012 setelah laporan menunjukkan ekonomi China sudah pulih dan saham Jepang naik pada spekulasi Perdana Menteri baru Shinzo Abe akan mengejar kebjiakan yang lebih agresif untuk merangsang ekonomi negara terbesar ketiga itu.

Indeks Jepang Nikkei 225 turun 0,9% setelah pada penutupan perdagangan kemarin mencetak rekor penaikan tertinggi sejak April 2010.

"Harus ada aksi jual jangka pendek di tengah perasaan bahwa saham sedang overheating dan Yen berhenti melemah," kata Hiroichi Nishi, Manager Equity SMBC Nikko Securities Inc seperti dikutip Bloomberg, Rabu (16/1).

"Investor percaya dalam bauran kebijakan yang dikedepankan oleh pemerintahan Abe dan sedikit kekhawatiran tentang ekonomi global sehingga orang orang akan membeli pada pelemahan," tambahnya. (Bloomberg/Aca/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top