Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA AS: Penjualan ritel naik, S&P 500 & Dow Jones serentak rebound

NEW YORK--Saham-saham AS naik, rebound dari penurunan indeks S&P 500, karena reli yang terjadi pada perusahaan tranporatasi dan ritel yang dibayangi kekhawatiran tentang peningkatan plafon kredit.Perusahaan barang konsumsi memimpin kenaikan di indeks
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  06:40 WIB

NEW YORK--Saham-saham AS naik, rebound dari penurunan indeks S&P 500, karena reli yang terjadi pada perusahaan tranporatasi dan ritel yang dibayangi kekhawatiran tentang peningkatan plafon kredit.

Perusahaan barang konsumsi memimpin kenaikan di indeks S&P 500 karena data penjualan ritel pada Desember 2012 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan perkiraan.

Saham Dell Inc. naik 7,2% melanjutkan lonjakan yang terjadi sebelumnya sebesar 13%, karena pembuat komputer itu mengatakan sedang dalam pembicaraan pembelian Apple Inc dan Hewlett Packard Co yang turun sekitar 2,4% yang menempatkan kejatuhan saham sektor teknologi.

Saham Facebook Inc kembali turun 2,7% setelah perusahaan tersebut mengenalkan alat pencari informasi yang diposting ke jejaring sosial.

Indeks S&P 500 naik 0,1% pada penutupan perdagangan kemarin ke level 1.472,34 setelah jatuh sebanyak 0,5% pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,57 poin atau 0.2% ke level 13.534,89. Saham sektor transportasi Dow Jones rerata naik 0,7% ke record baru 5.639,64.

Sebanyak 5,8 miliar saham diperdagangkan di Bursa Wall Street atau 5,7% di bawah rerata 3 bulan.

"Data ritel adalah berita baik bagi ekspansi ekonomi," kata Peter Jankovskis, Co Chief Investment Officer di Lisle Oakbrook Investments LLC yang berbasis di Illinois kepada Bloomberg, Rabu (16/1).

"Ini menggemberikan. Kami memiliki musim laporan keuangan yang sedang berlangsung, orang-orang sedang dalam posisi wait and see. Selain itu, ada banyak retorika tentang plafon utang. Meskipun itu mungkin agak dini untuk memulai kekhawatiran tentang hal itu," tambahnya. (Bloomberg/Aca/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top