Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR MODAL DI RIAU: Transaksi Turun Drastis Jadi Rp1,95 Triliun

PEKANBARU-Realisasi nilai transaksi pasar modal di Provinsi Riau sepanjang 2012 mencapai Rp1,95 triliun, menurun drastis dibandingkan dengan realisasi 2011 yang mencapai Rp3,11 triliun.
- Bisnis.com 16 Januari 2013  |  17:12 WIB

PEKANBARU-Realisasi nilai transaksi pasar modal di Provinsi Riau sepanjang 2012 mencapai Rp1,95 triliun, menurun drastis dibandingkan dengan realisasi 2011 yang mencapai Rp3,11 triliun.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Riau Emon Sulaeman mengungkapkan penurunan nilai transaksi pasar modal pada tahun lalu terkait dengan penyelenggaraan beberapa event besar di Riau terutama Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Secara riil, bisnis untuk persiapan PON lebih menggiurkan sehingga pebisnis bergeser ke sektor riil. Jadi ada pergeseran uang, yang tadinya di pasar modal ke sektor riil, makanya market 2012 mendatar,” ujarnya hari ini (16/1).

Dia memaparkan berdasarkan rekapitulasi transaksi tahunan anggota bursa di Pekanbaru, puncak pencapaian transaksi pasar modal tertinggi di Riau terjadi pada 2009 dengan nilai transaksi 4,36 triliun. Pencapaian itu didukung oleh kondisi politik yang sedang bergejolak sehingga menggairahkan pasar saham.

Selain adanya pergeseran uang akibat untuk persiapan PON, sambungnya, pasar modal di Riau memang tidak terlalu signifikan karena terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang menggerakkan transaksinya. Anggota bursa saat ini berjumlah 9 orang.

Sesuai dengan ketentuannya, setiap personil atau broker harus mempunyai lisensi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Menurutnya, ketentuan tersebut terkadang menjadi penghambat perkembangan pasar modal di Riau.

“Bagi kami, itu [lisensi dari Bapepam] juga menjadi perhatian karena kemanapun dia [broker] berada, sertifikatnya bisa berlaku. Tapi ketersediaan sumber daya manusia yang mempunyai lisensi dari Bapepam  di pasar bursa sangat terbatas sekali,” ujarnya. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top