PTPP: Terbitkan obligasi, tunjuk 3 sekuritas

JAKARTA—PT Pembangunan Perumahan Tbk telah menunjuk Bahana Securities, CIMB Securities Indonesia dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi dalam rangka penawaran umum obligasi berkelanjutan tahap I PT Pembangunan Perumahan Tbk 2013. Direktur
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  23:32 WIB

JAKARTA—PT Pembangunan Perumahan Tbk telah menunjuk Bahana Securities, CIMB Securities Indonesia dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi dalam rangka penawaran umum obligasi berkelanjutan tahap I PT Pembangunan Perumahan Tbk 2013. Direktur Keuangan Pembangunan Perumahan Tumiyana mengatakan telah menandatangani perjanjian underwriter dan wali amanat serta mini expose di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, PT Bank Permata Tbk ditunjuk sebagai wali amanat. “Kami akan melakukan Emisi Obligasi sebanyak-banyaknya Rp1 triliun, dengan penjamin emisi a.l Bahana Securities , CIMB Securities Indonesia  dan Mandiri Sekuritas. Selain itu, PT Bank Permata Tbk ditunjuk sebagai wali amanat,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Kamis (27/12). Obligasi berkelanjutan Pembangunan Perumahan tahap I/2013 ini memperoleh peringkat single A minus dari Pefindo. Menurutnya, peringkat tersebut diperoleh karena mencerminkan kinerja perusahaan yang kuat dalam bisnis konstruksi nasional. “Hal tersebut turut terdongkrak dari peluang bisnis yang stabil dari proyek pemerintah dan proteksi arus kas yang diatas rata-rata,” tuturnya. Pernyataan pendaftaran kepada Bapepam-LK diagendakan pada 28 Desember 2012, sedangkan proses bookbuilding akan dimulai pada 29 Januari 2013 hingga 11 Februari 2013. Penawaran obligasi akan dilaksanakan pada 19 Februari 2013 hingga 21 Februari 2013, apabila surat efektif dari Bapepam LK dapat diperoleh perseroan pada 15 Februari 2012. Perseroan berencana menggunakan dana obligasi tersebut untuk mendukung modal kerja konstruksi, properti dan EPC. Emiten berkode PTPP ini, telah mencatat perolehan kontrak baru sampai dengan November 2012 sebesar Rp 17,9 Triliun. “Hingga akhir tahun kami proyeksikan kontrak baru dapat mencapai Rp 19 Triliun,” ujarnya. Dia menambahkan adanya kenaikan dari alokasi belanja infrastruktur dalam APBN 2013, diyakini akan mendongkrak kinerja perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa konstruksi  terbesar di Indonesia. Rencananya belanja infrastruktur dalam APBN 2013 sebesar Rp204 triliun, naik dibandingkan tahun ini sebesar Rp174,9 triliun. Sepanjang 9 bulan pertama, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih 73% menjadi Rp105,6 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp60,95 miliar. (29/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top