HARGA MINYAK: Ekonomi global membaik, minyak terangkat ke US$90,13

News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  06:04 WIB
NEW YORK: Harga minyak mentah di New York, Jumat (21/12) kembali terangkat untuk hari kelima, bentangan kenaikan terpanjang sejak September dipicu lebih baiknya pertumbuhan ekonomi AS dari proyeksi sehingga mematahkan kekhawatiran negosiasi anggaran AS akan gagal.
 
Harga kontrak berjangka mencapai level tertinggi dalam 2 bulan setelah Departemen Perdagangan mengatakan tingkat tahunan produk domestik bruto AS tumbuh ke level 3,1% pada kuartal ketiga, lebih besar dari perkiraan tertinggi dalam survei Bloomberg. 
 
Sebelumnya Departemen Perdagangan di Washington memperkirakan produk domestik bruto AS meningkat 2,7% pada kuartal ketiga. Adapun perkiraan median ekonom yakni tumbuh 2,8%. 
 
Harga minyak sempat jatuh 0,8% sejalan dengan spekulasi upaya untuk menghindari jurang fiskal kian memburuk.
 
"Pasar mendapatkan dukungan dari gambaran ekonomi yang membaik dengan sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat," kata John Kilduff dari Again Capital LLC, di New York.
 
Harga minyak mentah pengiriman Februari naik US$0,15 menjadi US$90,13 per barel di New York, penyelesaian tertinggi sejak 18 Oktober. Harga telah menguat 3,9% sepanjang minggu ini, dan tergerus 8,8% sepanjang tahun berjalan.
 
Di London, harga minyak Brent pengiriman Februari turun US$0,16 ke US$110,20 per barel.(Bloomberg/15/faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top