MNC SKY: Berpotensi percepat pelunasan utang US$160 juta

JAKARTA-PT MNC Sky Vision Tbk berpotensi melakukan percepatan pembayaran utang obligasi valuta asing senilai US$160 juta atau sekitar Rp1,5 triliun yang seharusnya jatuh tempo pada 2015.Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo menuturkan perseroan membuka
Erlan Imran | 21 Desember 2012 05:31 WIB

JAKARTA-PT MNC Sky Vision Tbk berpotensi melakukan percepatan pembayaran utang obligasi valuta asing senilai US$160 juta atau sekitar Rp1,5 triliun yang seharusnya jatuh tempo pada 2015.Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo menuturkan perseroan membuka ruang untuk melakukan pembayaran kembali (refinancing) utang obligasi pada November 2013 jika kondisi perekonomian Indonesia terjaga.“Ada opsi percepatan refinancing tahun depan seandainya situasi ekonomi baik. Dilihat cash flow [arus kas] dulu,” ujarnya Kamis(20/12/2012).Orang nomor satu di anak perusahaan PT Global Mediacom Tbk ini mengatakan opsi sumber dana pembayaran utang bisa berupa penerbitan obligasi berdenominasi rupiah dan pinjaman perbankan. Pilihan diambil berdasarkan kesempatan yang ada dan mempertimbangkan biaya pinjaman yang paling murah.“Kupon obligasi yang US$160 juta itu sekitar 12%, kami inginnya bisa terpangkas kurang dari itu. Lihat nantilah kondisinya bagaimana kan masih akhir tahun depan,” lanjutnya.Dengan pembayaran utang melalui pembiayaan lain, lanjutnya, perseroan akan lebih bisa meminimalisasi terpangkasnya laba bersih perseroan akibat penghitungan penambahan nilai tukar atas utang perseroan.Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih emiten berkode saham MSKY ini merosot hingga 67,5% menjadi Rp26 miliar per September 2012, dibandingkan raihan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp80 miliar.Penurunan tingkat laba disebabkan adanya unrealized foreign exchange loss yang mencapai Rp124 miliar. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan unrealized foreign exchange gain yang senilai Rp43 miliar.Hal itu terjadi karena penghitungan translasi atas kewajiban pinjaman obligasi MNC Sky dalam mata uang dolar sekitar US$160 juta yang akan jatuh tempo 2015.Direktur Keuangan MNC Sky Vision Effendy Budiman menambahkan penurunan laba bersih perseroan pada dasarnya tidak mencerminkan perkembangan kinerja perseroan yang tumbuh cukup pesat.“Penghitungan itu sebenarnya unrealized, jadi hanya pencatatan saja atas utang yang dikonversikan ketika nilai tukar rupiah bergerak terhadap dolar lalu menggerus laba,” jelasnya.Pada tahun depan, Rudy menambahkan perseroan menargetkan perolehan laba bersih bisa mencapai Rp270 miliar atau 9 kali lipat lebih dari raihan laba bersih September 2012. (Bsi)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup