KIMIA FARMA: Berharap regrouping BUMN farmasi efektif awal 2013

JAKARTA: PT Kimia Farma Tbk harapkan kejelasan regrouping BUMN farmasi diperoleh pada awal tahun depan untuk menentukan sumber pendanaan perseroan selanjutnya.Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan regrouping
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  00:44 WIB

JAKARTA: PT Kimia Farma Tbk harapkan kejelasan regrouping BUMN farmasi diperoleh pada awal tahun depan untuk menentukan sumber pendanaan perseroan selanjutnya.Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan regrouping untuk menentukan apakah perseroan akan melakukan rencana penerbitan saham baru (rights issue) atau mengajukan pinjaman perbankan untuk memenuhi pendanaan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2013.Seperti diketahui, perseroan mengalokasikan dana capex senilai Rp660 miliar pada tahun depan. Dana tersebut akan dipenuhi dari dana internal dan dana eksternal.“Untuk dana eksternal, kami masih tunggu kelanjutan regrouping dan rights issue. Karena rights issue baru bisa dilakukan setelah regrouping. Jika kami bisa rights issue, kami tidak akan ajukan pinjaman perbankan. Tetapi jika hingga awal tahun ini belum ada keputusan, maka kami akan gunakan pinjaman bank,” ujarnya Kamis (20/12).Seperti diketahui, Komite privatisasi melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekenomian selaku Ketua Komite Privatisasi Perusahaan Perseroa No.Kep- 6/M.EKON/01/2012 pada 31 Januari 2012 telah menyetujui rencana aksi korporasi tersebut dengan skema Kimia Farma melakukan pengalihan saham negara Indofarma ke perseroan dan setelah itu diizinkan untuk menerbitkan maksimal 20% saham baru (rights issue). Dari rights issue tersebut, perseroan menargetkan mendapata dana sebesar Rp1,2 triliun.Sementara itu, hingga saat ini perseroan masih menanti perizinan dari Komisi VI DPR terkait rencana aksi korporasi tersebut.Pada perdagangan sore ini, harga saham emiten berkode KAEF ditutup melemah 1,32% ke level Rp750 dan menjadikannya berkapitalisasi pasar sebesar Rp4,17 triliun. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top