HARGA MINYAK: Persediaan menurun, angkat minyak US$89,51

News Editor | 20 Desember 2012 06:18 WIB
NEW YORK: Harga minyak Kamis (20/12/2012) naik ke level tertinggi dalam 2 bulan setelah Departemen Energi mengatakan persediaan menurun.
 
Penurunan persediaan memcu digenjotnya operasi pabrik pengolah minyak sekaligus meningkatkan permintaan minyak mentah.
 
Harga minyak naik untuk hari keempat akibat menurunnya stok menjadi menjadi 371,6 juta barel, sejak 12 Oktober, dan operasi kilang minyak melaju dengan cepat sejak Agustus. 
 
Sementara itu, konsumsi minyak naik ke tingkat kedua tertinggi tahun ini dan permintaan untuk bahan bakar distilat, termasuk minyak pemanas dan diesel melonjak dalam jumlah terbesar pada 2012.
 
"Harga minyak mentah berjalan tegap dan berada pada posisi bullish," kata Stephen Schork, Presiden Schork Group Inc di Villanova, Pennsylvania. 
 
Menurutnya, penggenjotan operasi pabrik pengolah mendorong tingginya permintaan terhadap minyak mentah.
 
Harga minyak mentah pengiriman Januari naik US$1,58, atau 1,8%, ke US$89,51 per barel di New York. Kenaikan hari ini menjadi yang hari keempat beruntun, terpanjang sejak September. 
 
Harga kontrak berjangka Januari berakhir pada penutupan lantai perdagangan hari ini. Kontrak Februari naik US$1,58, atau 1,8%, ke US$89,98.
 
Di London, harga minyak Brent pengiriman Februari naik US$1,53, atau 1,4%, ke US$ 110,37 per barel.(Bloomberg/15/ra).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup