HARGA MINYAK: Optimisme hindari jurang fiskal, angkat minyak ke US$87,93

News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Desember 2012  |  07:41 WIB
NEW YORK: Harga minyak, Rabu (19/12) pagi naik untuk hari ketiga di New York sejalan dengan tanda akan dicapainya kesepakatan mengenai diskusi anggaran AS, menghindari pemotongan otomatis dan kenaikan pajak pada tahun depan.
 
Harga kontrak berjangka naik 0,8% setelah Presiden AS Barack Obama membuat tawaran baru dan juru bicara senat John Boehner mengakhiri perlawanannya untuk menaikkan pajak bagi beberapa orang kaya di AS, meningkatkan optimisme tidak akan terjadinya jurang fiskal.
 
Di sisi lain, sebuah laporan mengenai stok minyak akan dirilis besok dan survei Bloomberg memproyeksikan data tersebut akan turun.
 
"Harapan pasar tercapainya sebuah resolusi dari kebuntuan diskusi anggaran akan segera terjadi sehingga jurang fiskal dapat dihindari," ujar Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic Research di Winchester, Massachusetts. 
 
Menurutnya kondisi tersebut akan melambungkan perkonomian sehingga akan menaikkan permintaan minyak.
 
Harga minyak mentah pengiriman Januari naik US$0,73 menjadi US$87,93 per barel di New York, penyelesaian tertinggi sejak 4 Desember. Kontrak Januari berakhir besok. Kontrak aktif Febuari diperdagangkan naik US$0,73 sen ke US$ 88,40.
 
Di London, harga minyak Brent pengiriman Februari naik US$ 1,20, atau 1,1% ke US$ 108,84 per barel.(Bloomberg/15/faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top