PREDIKSI IHSG KAMIS: indeks Masih Mixed

JAKARTA--Belum ada tanda-tanda positif yang membuat analis percaya indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa kembali berada dalam tren naik jangka pendek.Pada beberapa bulan terkhir, pergerakan indeks cenderung flat. Tak terkecuali pada perdagangan Kamis
Gung Panggodo S. | 19 Desember 2012 22:05 WIB

JAKARTA--Belum ada tanda-tanda positif yang membuat analis percaya indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa kembali berada dalam tren naik jangka pendek.Pada beberapa bulan terkhir, pergerakan indeks cenderung flat. Tak terkecuali pada perdagangan Kamis (19/12), di mana IHSG ditaksir masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 4246-4286.Analis Sucorinvest Central Gani, Pang Tek Djen, mengatakan 4 indikator teknikal bergerak turun menandakan dimulainya tren bearish. "IHSG pada perdagangan kemarin juga terlihat melemah di picu oleh profit taking saham semua sektor kecuali perkebunan," katanya.Pada perdagangan Rabu (19/12), IHSG kembali melemah 25 poin atau 0,6% ke level 4.275 didorong turunnya saham konsumsi dan saham berorientasi domestik seperti TLKM, BMRI, BBCA, INDF, dan GGRM. Mengikuti koreksi tersebut, indeks Bisnis27 juga turun 0,36% menjadi 365,5.Nilai transaksi yang dibukukan perdagangan Rabu tercatat sebesar Rp5,99 triliun, di mana Rp1,69 triliun dihasilkan dari perdagangan negosiasi.Dana asing membukukan pembelian bersih Rp288 miliar dari membeli Astra International, United Tractors dan menjual Telekomunikasi Indonesia , Indofood Sukses."Pelemahan terjadi di tengah penguatan indek bursa global, rasa optimis perundingan anggaran di Amerika dan naiknya peringkat utang Yunani," jelas Pang Tek Djen.Hampir semua indeks sektoral bergerak turun dipimpin oleh indeks pertambangan, industri dasar, dan konsumer berturut-turut 1,89%, 1,4%, dan 1,2%. Sementara 2 sektor yang masih mencatat kenaikan antara lain agri dan aneka industri sebesar 0,3% dan 0,5%.  (if) 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup