Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEMEN BATURAJA: Dahlan Tak Hadir, DPR Tunda Pembahasan IPO

JAKARTA--Komisi XI DPR menunda  pembahasan persetujuan rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Semen Baturaja karena Menteri BUMN Dahlan Iskan tak hadir. Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengatakan  komisinya tidak
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  15:18 WIB

JAKARTA--Komisi XI DPR menunda  pembahasan persetujuan rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Semen Baturaja karena Menteri BUMN Dahlan Iskan tak hadir. Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengatakan  komisinya tidak bisa mengambil keputusan  IPO Semen Baturaja  karena  Menteri BUMN harus hadir.Dalam agenda rapat soal pengambilan keputusan privatisasi Semen Baturaja Rabu (12/12), Dahlan Iskan diwakili oleh Wakil Menteri BUMN Mahmmudin Yasin.Selain itu, turut hadir pula Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Achiran Pandu Djajanto, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur BUMN Dwijanti Tjahjaningsih, dan direksi Semen Baturaja."Sebagai Menteri BUMN harusnya bisa hadir dalam agenda sepenting ini. Ini kan kepentingan negara. Sebenarnya secara substansial kami sudah tidak ada masalah. Tetapi ini terkait tanggung jawab Menteri BUMN. Jadi sesuai kesepakatan bersama, rapat kami skors hingga esok hari," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga mengakui  Menteri BUMN memiliki tanggung jawab besar atas proses IPO BUMN."Mohon maaf karena rekan Mentri BUMN tidak hadir. Kami tidak tahu kalau beliau sedang di luar kota. Tetapi nanti akan kami komunikasikan kiranya untuk bisa hadir," tuturnya.Sebelumnya, rencana privatisasi BUMN semen itu telah mendapatkan persetujuan dari Komisi VI DPR. Saat itu, DPR menyetujui pelepasan maksimal 35% saham baru ke publik, termasuk kepemilikan karyawan (mesop). Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo mengatakan dari aksi korporasi tersebut pihaknya berharap mendapatkan dana segar sebesar Rp1 triliun. (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top