MATA UANG ASIA: Melemah, Terbebani Kekhawatiran Fiscal Cliff

SINGAPURA—Mata uang Asia melemah dari level tertinggi 15 bulan di tengah upaya anggota parlemen Amerika Serikat untuk menyetujui revisi anggaran guna mencegah fiscal cliff.Berdasarkan data Bloomberg, ringgit melemah 0,4% pekan ini menjadi 3,05
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Desember 2012  |  15:30 WIB

SINGAPURA—Mata uang Asia melemah dari level tertinggi 15 bulan di tengah upaya anggota parlemen Amerika Serikat untuk menyetujui revisi anggaran guna mencegah fiscal cliff.Berdasarkan data Bloomberg, ringgit melemah 0,4% pekan ini menjadi 3,05 per dolar pada 11.30 waktu Kuala Lumpur. Adapun rupiah turun 0,3% menjadi 9.625 dan peso Filipina turun 0,1% menjadi 40,933. 

Di India, rupee menguat 0,2% menjadi 54,13.Indeks The Asia Dollar yang melacak 10 mata uang di kawasan tersebut termasuk yen, sedikit berubah, setelah mencapai 118,26 pada 30 November, level tertinggi sejak September 2011. 

"Pembahasan mengenai fiscal cliff menjadi lebih intens, sehingga mungkin akan mendorong beberapa aksi penyelamatan,” kata Enrico Tanuwidjaja, Ekonom Royal Bank of Scotland Group Plc , dikutip Bloomberg, Jumat (7/12).Bank sentral Filipina pada 3 Desember mengatakan mengontrol modal mungkin menjadi bagian dari langkah-langkah untuk menangani masuk dana asing.Adapun rupee India bersiap untuk kenaikan pekan kedua setelah anggota parlemen memberikan suara mendukung keputusan pemerintah untuk membuka sektor ritel.Di tempat lain, yuan China sedikit berubah pada level 6,2301 per dolar dibandingkan 6,23pekan lalu. Baht Thailand diperdagangkan pada posisi 30,67 per dolar, sedikit berubah dari 30,69 pada 30 November.  Adapun won naik tipis dari 0,1% menjadi 1.082,40 dan dolar Taiwan naik 0,2% menjadi NT$29,06.  (Bloomberg/if) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires/ Sekti Dewi Mayestika

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top