Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Investor Ambil Untung, Light Sweet Turun Jadi US$91,86/Barel

NEW YORK: Harga minyak melemah pada Jumat (Sabtu pagi Wib), setelah Badan Energi Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global, memicu beberapa aksi ambil untung setelah kenaikan yang dipicu oleh kekhawatiran geopolitik
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Oktober 2012  |  05:37 WIB

NEW YORK: Harga minyak melemah pada Jumat (Sabtu pagi Wib), setelah Badan Energi Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global, memicu beberapa aksi ambil untung setelah kenaikan yang dipicu oleh kekhawatiran geopolitik di Suriah.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, turun 21 sen menjadi ditutup pada US$91,86 per barel di bursa Nymex.

Minyak mentah Brent North Sea untuk November merosot US$1,09 menjadi US$114,73 per barel pada akhir perdagangan London.

“Laporan IEA yang bearish menentukan suasana untuk sesi perdagangan hari ini dan mendorong investor untuk melakukan beberapa aksi ambil untung,” kata analis Sucden Financial Research, Myrto Sokou.

“Harga minyak mentah berbalik dan meluncur lebih rendah pada Jumat, setelah IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 500.000 barel per hari (bph) untuk 2011-2016 di tengah sebuah pelambatan ekonomi global,” tutrnya.

Badan Energi Internasional (IEA) sekarang memperkirakan permintaan untuk minyak global tumbuh setengah juta barel per hari kurang dari perkiraan sebelumnya sampai 2016.

Harga minyak mencapai tertinggi tiga pekan pada minggu ini, dengan Brent melonjak pada Kamis menjadi US$116,02 per barel - tingkat tertinggi sejak 17 September - sementara minyak mentah New York mencapai US$93,66 per barel pada Rabu. (antara/afp/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top