Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDOSAT Tambah Nilai Surat Utang Jadi Rp3 Triliun

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Juni 2012  |  16:42 WIB

 

JAKARTA--PT Indosat Tbk, emiten penyedia layanan telekomunikasi, menambah nilai surat utang dari total Rp2,5 triliun menjadi Rp3 triliun, menyusul banyaknya pemesanan obligasi yang dalam proses book building beberapa saat yang lalu.Seperti diumumkan dalam situsnya, pemesanan obligasi berhasil melampaui Rp3,7 triliun. Jumlah ini diklaim sebagai jumlah pemesanan terbesar sepanjang penerbitan yang dilakukan oleh Indosat.Dengan begitu, penerbitan Obligasi VIII  Indosat yang awalnya hanya Rp2 triliun naik menjadi Rp2,7 triliun. Surat utang ini terdiri dari Obligasi Indosat VII Seri A dengan nilai Rp1,2 triliun dengan tenor 7 tahun dan suku bunga 8,635% per tahun dan Obligasi Indosat VIII seri B dengan nilai Rp1,5 triliun dengan tenor 10 tahun bungan 8,875% per tahun.Addapun Sukuk Ijarah Indosat V, turun dari nilai yang ditawarkan sebelumnya yaitu Rp500 miliar, menjadi Rp300 miliar dengan tenor 7 tahun dengan cicilan imbalan ijarah Rp6,46 miliar dibayar per kuartal.Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar 65% dana obligasi dan sukuk ijarah akan digunakan untuk pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah, yaitu Biaya Hak Penggunaan Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR) Penyelenggara Jaringan Bergerak Selular di pita frekuensi radio 800MHz, 900MHz, dan 1800MHz. Adapun 25% dana digunakan untuk pembelian base sation subsystem (BSS) agar meningkatkan kapasitas di area traffic tinggi dan memperluas jangkauan jaringan. Sisanya, sebanyak 10% dipakai untuk melakukan opsi beli atas obligasi Indosat II 2002 seri B sebesar Rp200 miliar yang jatuh tempo pada 6 November 2032 mendatang. Indosat berencana merampungkan penerbitan obligasi ini pada 28 Juni mendatang. Sebelumnya, perseroan juga telah menetapkan lima penjamin emisi, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standart Chartered Securities Indonesia. (bas)

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA >>>


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Christine Franciska

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top