Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KUASI PRIMA ALLOY: Dilakukan untuk hapus defisit Rp16,92 miliar

JAKARTA: PT Prima Alloy Steel Universal Tbk, emiten baja berkode saham PRAS, berniat melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit Rp16,92 miliar.Hal itu tertuang di dalam keterbukaan informasi perseroan yang dipublikasikan emiten di surat kabar
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  16:44 WIB

JAKARTA: PT Prima Alloy Steel Universal Tbk, emiten baja berkode saham PRAS, berniat melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit Rp16,92 miliar.Hal itu tertuang di dalam keterbukaan informasi perseroan yang dipublikasikan emiten di surat kabar hari ini, 29 Mei 2012.Defisit yang dihapus itu juga diimbangi dengan peningkatan aktiva bersih tetap sebesar Rp73,38 miliar menjadi Rp295,85 miliar dari sebelumnya Rp222,46 miliar.Perubahan defisit anggaran dan aktiva tetap akhirnya meningkatkan ekuitas emiten sebesar Rp73,38 miliar menjadi Rp213,18 miliar dari sebelumnya Rp139,79 miliar.Perseroan berniat menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Juni tahun ini.Emiten pernah memberitahukan kepada Bapepam-LK tentang niat menyelenggarakan kuasi reorganisasi setidaknya sejak September tahun lalu.Sebelum berniat melangsungkan kuasi reorganisasi, perusahaan pernah mengumumkan rencana pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:4.Rencana stock split diumumkan emiten yang dipimpin Djoko Sutrisno itu dalam agenda RUPSLB pada 1 Mei 2012.Dalam pengumuman itu, perusahaan juga mengumumkan rencana penerbitan obligasi tukar (convertible bond), dan rencana perubahan direksi, yang semuanya membutuhkan restu dari pemegang sahamnya.Namun, saat itu emiten berniat menggelar RUPSLB pada 15 Juni, bersamaan dengan rapat umum pemegang saham tahunan.Harga saham perusahaan itu turun 1 poin atau 0,74% ke Rp135 siang ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp79,38 miliar. Posisi saham itu juga membentuk rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) 39,93 kali.(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top