Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Jangka pendek, harganya masih terkoreksi

JAKARTA: Harga surat utang negara (SUN) dalam jangka pendek diprediksi masih terkoreksi seiring dengan kenaikan angka CDS obligasi global pemerintah dan kontrak berjangka (non-deliverable forward/NDF) rupiah.Ariawan, analis obligasi PT Mega Capital Indonesia,
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  11:12 WIB

JAKARTA: Harga surat utang negara (SUN) dalam jangka pendek diprediksi masih terkoreksi seiring dengan kenaikan angka CDS obligasi global pemerintah dan kontrak berjangka (non-deliverable forward/NDF) rupiah.Ariawan, analis obligasi PT Mega Capital Indonesia, memprediksi pergerakan pasar efek utang tersebut masih akan dipengaruhi sentimen eksternal di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri."Pelaku pasar diperkirakan masih akan fokus pada perkembangan kondisi Eropa," ujarnya dalam riset harian pagi ini, Senin 28 Mei 2012.Dia menilai kekhawatiran baru terhadap kondisi Eropa muncul dari spekulasi bahwa perbankan Spanyol akan membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk mengatasi masalah keuangannya.Sentimen dari Spanyol ini, tuturnya, berpotensi menambah kekhawatiran akan kondisi Eropa ditengah belum adanya penyelesaian masalah Yunani.Di sisi lain, Ariawan menilai data positif hadir dari kenaikan angka kepercayaan konsumen di AS yang lebih besar dari perkiraan.Menurutnya, sentimen yang bervariasi dari pasar global ini diperkirakan akan mendorong pelaku pasar utang Indonesia cenderung wait and see di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri.Dia menuturkan ekspektasi rupiah masih akan mengalami tekanan sehingga potensi investor asing untuk melepas kepemilikannya di pasar domestik juga cukup terbuka sebagai upaya untuk mengurangi risiko kerugian dari nilai tukar."Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi ini kami masih merekomendasikan investor untuk melakukan strategi trading jangka pendek."Namun demikian, tuturnya, momentum pasar harus tetap diperhatikan dalam mengambil keputusan investasi. (ra)

 

SITE MAP:

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top