Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Thailand merosot, HARGA KARET terus naik

BANGKOK: Karet naik untuk hari kedua di tengah kekhawatiran merosotnya pasokan dari Thailand, eksportir terbesar.Kontrak untuk pengiriman Oktober naik 1,8% menjadi ¥271,8 per kilogram atau US$3.422 per ton sebelum diperdagangkan pada level ¥270,3
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  14:34 WIB

BANGKOK: Karet naik untuk hari kedua di tengah kekhawatiran merosotnya pasokan dari Thailand, eksportir terbesar.Kontrak untuk pengiriman Oktober naik 1,8% menjadi ¥271,8 per kilogram atau US$3.422 per ton sebelum diperdagangkan pada level ¥270,3 pukul 12.33 di Tokyo Commodity Exchange.Prapas Euanontat, Ketua Asosiasi Karet Thailand, mengatakan eksportir karet negara tersebut akan terus membeli dari bursa luar negeri sampai harga lokal naik menjadi 120 baht atau setara dengan US$ 3,79 per kilogram, harga yang diharapkan pemerintah."Rencana pembelian karet Thailand masih mendukung pasar. Hujan lebat dan badai di Thailand selatan juga mengangkat kekhawatiran pasokan," kata Chaiwat Muenmee, analis DS Futures Co seperti dikutip dari Bloomberg.Lembaga Penelitian Karet Thailand  menyebutkan hujan yang akan mengguyur 60% hingga 70% dari provinsi selatan negara itu, daerah produksi utama, diperkiarakan akan mengganggu penyadapan. Menurut lembaga tersebut, harga karet Thailand secara bebas on-board tetap tidak berubah pada 116,05 baht per  kilogram pada 25 Mei.Kontrak untuk pengiriman September di Shanghai Futures Exchange naik 0,4% menjadi 24.360 yuan atau setara dengan US$$3.841 per ton. (bloomberg/sde/ra)

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top