Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Naik tipis karena sinyal negatif nuklir Iran

NEW YORK: Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada Sabtu pagi WIB di tengah kekhawatiran tentang berlanjutnya kebuntuan pembicaraan Iran dengan kekuatan utama tentang program nuklirnya yang disengketakan.Kontrak utama New York, minyak mentah West
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Mei 2012  |  06:52 WIB

NEW YORK: Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada Sabtu pagi WIB di tengah kekhawatiran tentang berlanjutnya kebuntuan pembicaraan Iran dengan kekuatan utama tentang program nuklirnya yang disengketakan.Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah 20 sen menjadi ditutup pada US$90,86 per barel.Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli naik 28 sen menjadi US$106,83 per barel di perdagangan London.Volume perdagangan di New York tipis karena pasar menghadapi 3 hari libur akhir pekan. Pasar akan ditutup pada Senin untuk peringatan "Memorial Day", hari libur tidak resmi yang memulai musim liburan musim panas di AS."Tidak banyak laporan pada hari ini di mana pasar benar-benar tidak bergerak," kata analis BMO Capital Markets."Pada dasarnya pasar terus berhati-hati karena ekonomi menghadapi tantangan Eropa, pemulihan Amerika Serikat tetapi tidak secepat yang beberapa inginkan, dan sekarang berita China berpotensi melambat," tambah mereka.Investor tetap khawatir tentang potensi kepergian Yunani dari zona euro karena bergulat dengan krisis utang yang sangat besar dan kemungkinan dampaknya pada negara zona euro lainnya yang mengalami ketegangan keuangan parah seperti Italia dan Spanyol.Kekhawatiran atas program nuklir Iran, yang diduga menyembunyikan pengembangan senjata atom, mendorong kenaikan harga di New York, kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates."Pasar tidak ingin menjual sebelum masuk ke akhir pekan panjang berkat beberapa berita utama tentang pengayaan nuklir Iran yang ditemukan penginpeksi," Lipow mengatakan.Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menemukan jejak uranium kelas yang lebih tinggi di Iran, dan mengatakan itu mungkin karena kesalahan teknis bukan upaya untuk memperkaya ke kelas senjata. (Antara/aAFP/arh)

 

CURRENT ISSUES:

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top