Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA KOMODITAS: Jagung tercatat paling bullish

CHICAGO: Harga jagung tercatat paling bullish sejak Maret di tengah memuncaknya kekhawatiran cuaca panas dan kering akan mengurangi hasil panen AS pada saat permintaan China, sebagai pembeli produk pertanian AS terbesar kedua, meningkat.Sembilan belas
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  07:08 WIB

CHICAGO: Harga jagung tercatat paling bullish sejak Maret di tengah memuncaknya kekhawatiran cuaca panas dan kering akan mengurangi hasil panen AS pada saat permintaan China, sebagai pembeli produk pertanian AS terbesar kedua, meningkat.Sembilan belas dari 27 analis yang disurvei Bloomberg memperkirakan harga pekan ini akan mencapai yang tertinggi sejak 30 Maret. Iowa, Illinois dan Indiana, kawasan produsen jagung yang menyuplai 40% hasil tanaman itu di AS kini tengah dilanda cuaca panas dengan suhu di atas normal sejak 1895. Penjualan ekspor jagung AS, melonjak 83% dalam pekan yang berakhir 10 Mei dari seminggu sebelumnya, ungkap data Departemen Pertanian AS.Harga jagung melonjak 9,1% sejak 11 Mei, menuju pekan terbaik dalam hampir setahun dan rebound dari kemerosotan yang disebabkan oleh proyeksi USDA sehari sebelumnya. Hedge fund dan spekulan lain telah menaikkan taruhan pada harga yang lebih tinggi selama 2 pekan, ungkap Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas."Orang-orang mulai khawatir terhadap hasil panen baru," kata Nick Higgins, analis Rabobank International di London. "Kami tidak akan benar-benar memiliki ide yang baik sampai kita melihat akhir Juli Juni dan awal suhu yang lebih baik."Harga komoditas ini sempat turun 2% menjadi US$6,3375 per bushel di Chicago Board of Trade tahun ini setelah USDA memperkirakan panen rekor AS akan mencapai 14,79 bushel atau sekitar 376 juta ton.Indeks Standard & Poor GSCI dari 24 komoditas turun 2,1% dan MSCI (MXWD) atau ekuitas yang sedikit berubah. (Bloomberg/arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top