Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI BTN: Tingkat kupon diisyaratkan 7,9%

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk mengiindikasikan akan menetapkan tingkat kupon obligasi senilai Rp2 triliun pada level 7,9%.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  12:30 WIB

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara Tbk mengiindikasikan akan menetapkan tingkat kupon obligasi senilai Rp2 triliun pada level 7,9%.

 

Saat ini, penawaran obligasi Bank Tabungan Negara (BTN)  sebesar Rp2 triliun diklaim mengalami kelebihan permintaan hingga 1,3x atau setara dengan Rp2,6 triliun

 

Perseroan menawarkan tingkat imbal imbal hasil (yield) 7,25%-8% untuk emisi obligasi tahap pertama senilai Rp2 triliun dengan jangka waktu 10 tahun.

 

Obligasi ini merupakan tahap pertama dari rencana penerbitan surat utang berkelanjutan  senilai total Rp4 triliun.

 

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro mengatakan perseroan akan menetapkan tingkat imbal hasil obligasi tersebut.

 

"Kemungkinan pada level yang pas sebesar 7,9%. Kalau kelebihan permintaan hingga 1,3x terjadi pada penawaran tingkat imbal hasil pada level imbal hasil 8% tetapi kalau 7,9% penawarannya pas [sesuai jumlah obligasi yang ditawarkan],"  ujarnya kepada Bisnis, hari ini, 20 Mei 2012.

 

Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit serta melunasi surat utang Rp300 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan ini.

 

“Harus diakui situasi pasar keuangan saat ini memburuk karena dipengaruhi oleh situasi di Eropa. Namun upaya menerbitkan obligasi harus kami lakukan untuk mendukung ekspansi kredit ke perumahan yang memiliki tenor panjang."

 

Iqbal menjelaskan harus ada dana hasil penerbitan obligasi yang bisa digunakan untuk menyeimbangkan sumber pendanaan yang bertenor pendek dengan kredit yang disalurkan oleh perseroan yang bersifat jangka panjang (maturity mismatch).

 

"Penerbitan obligasi merupakan bagian dari rencana kami menggelar ekspansi kredit perseroan sebesar Rp30 triliun per tahun."

 

Penentuan tingkat imbal hasil obligasi tersebut menggunakan benchmark yield dari surat utang negara dengan tenor yang sama.

 

Selain itu ditambah premi untuk BTN yang telah 16 kali menerbitkan obligasi dan surat utang subordinasi tanpa pernah default.

 

Masa pra penawaran surat utang bertenor 10 tahun dimulai 2 Mei hingga 16 Mei 2012. Indikasi mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pada 28 Mei.

 

Adapun masa penawaran akan dilakukan pada 30--31 Mei 2012, dan pencatatannya di bursa dijadwalkan 6 Juni 2012.Perseroan telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi yakni PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Securities.

 

Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk. Obligasi itu mendapat peringkat idAA oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia dan AA(idn) oleh PT Fitch Rating Indonesia. (Bsi)

 

 

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

PILKADA DKI: Bekal BAJU KOTAK-KOTAK Buat JOKOWI

ARTIKEL LAINNYA:

ENGLISH NEWS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Munir Haikal

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top