Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Tekanan turunkan harga nyaris ke level terendah

SIDNEY: Minyak mentah diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari 6 bulan setelah permintaan bahan bakar terpengaruh kekhawatiran krisis utang Eropa memburuk dan ekonomi AS melambat.Kontrak berjangka sedikit terkoreksi di New York, menuju
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  09:55 WIB

SIDNEY: Minyak mentah diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari 6 bulan setelah permintaan bahan bakar terpengaruh kekhawatiran krisis utang Eropa memburuk dan ekonomi AS melambat.Kontrak berjangka sedikit terkoreksi di New York, menuju penurunan mingguan ketiga. Yunani diturunkan oleh Fitch Ratings kemarin, sementara Investor Service Moody memotong 16 bank Spanyol. Data manufaktur di wilayah Philadelphia menyusut tak terduga pada bulan Mei, laporan menunjukkan.Premi minyak jenis Brent di London menyempit ke level terendah sejak Mei 3 setelah Enbridge Inc (ENB) dan Enterprise Produk Partners LP (EPD) bersiap untuk membalikkan arus pada pipa minyak Seaway yang mengurangi banjir di midwest AS."Komentar-komentar di luar sana masih menunjukkan kami punya nada bearish," kata Jonathan Barratt, kepala eksekutif Buletin Barratt, sebuah komoditas pasar buletin di Sydney. "Semua orang masih khawatir tentang apa yang terjadi di Eropa dan yang menambah kehancuran permintaan. "Minyak mentah untuk pengiriman Juni bertengger di US$92,55 per barel, turun 1 sen, di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada 11:12 waktu Sydney. Kontrak tersebut kemarin turun 25 sen menjadi US$92,56, penutupan terendah sejak 2 November. Harga itu lebih rendah 3,7$ pekan ini dan turun 6,4% tahun ini.Minyak Brent untuk pengiriman Juli jatuh 71 sen atau 0,7% menjadi US$106,78 per barel di bursa berjangka London ICE Eropa. Acuan kontrak Eropa dengan premi untuk West Texas Intermediate untuk bulan yang sama terkoreksi menjadi US$13,87 dari US$14,55 kemarin. (Bloomberg/arh)

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

MORE ARTICLES:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top