Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI IHSG: Sinyal teknikal proyeksikan IHSG rebound

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi rebound pada perdagangan hari ini, seiring dengan tanda yang ditunjukkan beberapa indikator teknikal.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  08:37 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan diprediksi rebound pada perdagangan hari ini, seiring dengan tanda yang ditunjukkan beberapa indikator teknikal.

 
Analis PT Henan Putihrai Hendra Julius mengatakan salah satu indikasi yang menunjukkan rebound adalah IHSG yang ditutup di atas dynamic default.
 
"Hari ini [kemarin] IHSG ditutup di atas dynamic pivot di level 4038. Ini mengindikasikan indeks akan menguat terbatas besok [hari ini]," jelasnya kepada Bisnis, kemarin.
 
Hendra menambahkan volume transaksi yang hanya mencapai 0,51 kali dari rerata volume 22 hari menegaskan indeks hanya akan menguat terbatas di kisaran 4.007-4077. 
 
Hal tersebut, lanjutnya, juga harus menunggu konfirmasi apakah IHSG berhasil menembus level 4097 atau tidak.
 
Selain itu, berdasarkan indikator stochastic 12,3 indeks telah berada di area jenuh jual (oversold) pada perdagangan kemarin. Pola yang terbentuk pada daily candle stick, lanjutnya, juga mengindikasikan indeks akan rebound hari ini.
 
Hendra merekomendasikan investor untuk beberapa saham pilihan a.l JSMR, SSIA, PGAS, BBRI, SMGR dan HRUM.
 
Pada perdagangan kemarin indeks harga saham gabungan ditutup melemah tipis 0,18% ke level 4.045,64 setelah sempat bergerak di rentang 3.997,77-4.068,72. 
 
Meski IHSG ditutup memerah, tetapi indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,22% ke level 339,28.
 
Dari pasar Asia, beberapa bursa ditutup mixed. Kospi melemah 0,77% dan Nikkei-225 terkoreksi 0,81%, sedangkan Hang Seng menguat 0,81% dan Straits Times di Singapura melaju 0,44%
 
Pelemahan indeks, menurut Hendra, disebabkan oleh gugurnya beberapa saham blue chips seperti UNVR, BYAN, ASII, dan ISAT di zona merah.
 
Tekanan indeks masih berasal dari Eropa, khususnya Yunani. Peta perpolitikan yang belum stabil akibat belum adanya kabinet kerja baru menyebabkan indeks dunia tertekan. Bahkan kemungkinan pemilu ulang bisa saja terjadi. 
 
Di sisi lain, Angela Merkel menyampaikan kemungkinan yang lebih suram, yakni keluarnya Yunani dari penggunaan mata uang tunggal euro. 
 
Bahkan, beberapa orang menilai dalam beberapa pekan ke depan, besar kemungkinan Yunani benar-benar keluar.
 
Pasalnya, menurut media Yunani, pemerintah hanya memiliki 1,2 miliar poundsterling di kasnya yang hanya cukup untuk beberapa hari saja. Akibatnya mata uang euro sempat tertekan 0,6% pada perdagangan sehari sebelumnya 14 Mei 2012 menjadi US$1,2846, terendah dalam 3 bulan terakhir. (spr)
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Indra & M. Kholikul Alim

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top