Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HSBC: Bursa saham Indonesia masih menarik

JAKARTA: HSBC Global Asset Management menilai  saham efek Indonesia masih menarik, karena peringkat layak investasi (investment grade) yang baru dikantongi, meskipun dinilai sudah lebih mahal dibandingkan harga historis.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  20:01 WIB

JAKARTA: HSBC Global Asset Management menilai  saham efek Indonesia masih menarik, karena peringkat layak investasi (investment grade) yang baru dikantongi, meskipun dinilai sudah lebih mahal dibandingkan harga historis.

 
Philip Poole, Global Head of Macro & Investments Strategy HSBC Global Asset Management (UK) Ltd, menilai kondisi saham Indonesia berbeda dengan kondisi negara target investasi lain, yaitu China dan India, yang saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kondisi harga historis mereka.
 
Dia mengatakan peringkat layak investasi Indonesia yang baru naik pada pergantian tahun ini akan menjadi nilai lebih yang dapat membuat investor global melirik lebih dalam pasar keuangan dan investasi Indonesia.
 
"Harga historis kurang relevan untuk cerita investasi di Indonesia," ujar Poole kepada pers hari ini Selasa 15 Mei 2012.
 
Akhir tahun lalu lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings meningkatkan peringkat investasi indonesia pada level BBB- dari sebelumnya BB+, peringkat terendah layak investasi bagi investor global. 
 
Peningkatan peringkat diikuti lembaga pemeringkat lain, Moody's Investor Services, yang meningkatkan peringkat Indonesia ke Baa3 dari B1 pada 18 Januari tahun ini, yang masuk kategori layak investasi bagi investor global.
 
Philip Pang, Associate Director Institutional Business HSBC Global Asset Management (Singapore) Ltd, menilai ketertarikan investor global terhadap Indonesia tercermin dari produk investasi yang mereka tawarkan.
 
"Kami memiliki reksa dana ETF yang khusus berinvestasi di saham perusahaan Indonesia, dan minatnya besar. Nantinya mungkin bisa reksa dana tersendiri [bukan ETF]."
 
Dia mengatakan ada beberapa reksa dana yang ditawarkan perusahaan di Singapura yang berinvestasi di saham beberapa negara Asia, dan saham dari Indonesia menjadi salah satu portofolio yang sudah ada dalam produk tersebut.
 
Poole menambahkan saat ini investasi Indonesia juga menarik bagi investor Jepang. Di Negari Sakura tersebut, tuturnya, HSBC Global Asset Management memasarkan produk yang berisi obligasi khusus yang diterbitkan Indonesia.
 
"Sepertinya produk tersebut berisi obligasi yang diterbitkan pemerintah. Ada beberapa produk seperti itu yang dipasarkan di Jepang, seperti reksa dana khusus untuk obligasi Brasil."
 
Menurutnya, kondisi penurunan pasar saham seperti yang terjadi saat ini menjadi mementum yang tepat untuk membeli saham dibandingkan dengan sebelumnya. (sut)
 
 
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top